Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Ngrowo, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur, dengan mitra sasaran 30 peserta. Permasalahan mitra berfokus pada literasi kesehatan yang belum merata serta penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang belum konsisten, terutama pada perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS) pada momen penting, dukungan sarana kebersihan di ruang publik, dan pemahaman gizi seimbang dalam pola konsumsi keluarga. Solusi yang disepakati bersama mitra diwujudkan melalui tiga program utama, yaitu Edukasi PHBS melalui poster dan media digital, Sosialisasi dan praktik penerapan PHBS, serta Edukasi gizi seimbang. Iuran konkret pengabdian meliputi peningkatan literasi kesehatan 40,0% menjadi 86,7%; konsistensi CTPS 33,3% menjadi 76,7%; keterampilan CTPS 26,7% menjadi 80,0%; pemahaman gizi seimbang 30,0% menjadi 73,3%; tersedianya sarana cuci tangan; serta model edukasi terpadu berbasis komunitas yang aplikatif dan berkelanjutan. Kontribusi ini memperkuat perubahan perilaku, dukungan lingkungan, kapasitas lokal, dan keberlanjutan program kesehatan desa mandiri. Metode pelaksanaan mencakup tahap persiapan (koordinasi, pemetaan kondisi awal, dan penyusunan perangkat edukasi), pelaksanaan tiga program inti, serta monitoring dan evaluasi melalui pencatatan partisipasi, dokumentasi distribusi media edukasi, observasi praktik, serta pengukuran kondisi sebelum dan setelah pengabdian menggunakan kuesioner ringkas literasi kesehatan, checklist praktik PHBS, dan pertanyaan singkat pemahaman gizi seimbang. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman literasi kesehatan dari 40,0% menjadi 86,7%. Konsistensi CTPS pada momen penting meningkat dari 33,3% menjadi 76,7%, dan kemampuan mempraktikkan CTPS yang benar meningkat dari 26,7% menjadi 80,0%. Program juga memperkuat dukungan lingkungan melalui tersedianya sarana cuci tangan di fasilitas umum desa yang sebelumnya belum tersedia atau belum dimanfaatkan optimal. Pemahaman gizi seimbang “Isi Piringku” meningkat dari 30,0% menjadi 73,3%. Secara kualitatif, peserta menunjukkan antusiasme tinggi, aktif bertanya, berdiskusi tentang kebiasaan PHBS rumah tangga, serta respons positif dalam praktik CTPS dan pembahasan menu gizi seimbang. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi edukasi, praktik, dan penguatan gizi efektif sebagai pendekatan sederhana dan kontekstual untuk mendorong perubahan pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat di tingkat komunitas.