Indonesia adalah negara kepulauan yang banyak memiliki pesisir Pantai dengan jumlah pasir Pantai yang besar dan belum dimanfaatkan secara maksimal, sebagai bahan untuk pembanggunan terutama pembangunan jalan. Sering dengan bertambahnya pembangunan jalan ,maka semakin tinggi pula permintaan akan bahan dasar tersebut, serta kualitas yang memenuhi persyaratan. oleh karena itu perlu di cari sumber lain sebagai bahan alternatif, pemanfaatan secara maksimal sumber daya alam setempat yang ada sebagai salah satu Upaya penghematan, merupakan suatu hal yang harus dilakukan, dari hal tersebut yang menjadi masalah penelitian ini adalah Berapa besar pengaruh pasir pantai terhadap Penggunaan pasir pantai dalam campuran AC-WC. Bertujuan untuk mengetahui berapa besar pengaruh pasir pantai terhadap nilai Penggunaan pasir pantai dalam campuran AC-WC. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Experimental, Teknik Pengumpulan data yang digunakan yaitu Metode Experimental dengan material untuk pengujian pasir pantai (agregat halus), pasir pantai (agregat kasar), filler tetap 2%, aspal tetap 6%, Data Sekunder yang digunakan dalam penelitian ini, Teknik Pengumpulan Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah GMF dan GMA. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Nilai VIM memenuhi syarat pada kadar pasir pantai 0% dan 6%, Nilai VMA tidak memenuhi syarat pada kadar pasir pantai 0% dan 6%, Nilai VFB memenuhi pada semua kadar pasir pantai dan memenuhi syarat, Nilai Stabilitas memenuhi pada semua kadar pasir pantai dan memenuhi syarat, Nilai Flow memenuhi pada semua kadar pasir pantai dan memenuhi syarat, Nilai Marshall Quetient memenuhi pada semua kadar pasir pantai dan memenuhi syarat, Pada Nilai KAO (Kadar Aspal Optimum) 6,75% pasir pantai yang digunakan dari kadar 0% dan 6% memenuhi semua persyaratan., VFB,Stabilitas, dan Flow. Sehingga kadar pasir pantai yang digunakan sebagai bahan tambah aspal dalam pencampuran aspal adalah kadar pasir pantai 0% dan 6%, Dalam hasil uji yang telah dilakukan, kadar pasir pantai yang dapat digunakan 0%-6% namun Kadar pasir pantai yang nilai – nilai nya paling baik baik untuk digunakan sebagai campuran yang paling optimum adalah campuran dengan kadar pasir pantai 0%.