Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami bentuk serta jenis pola komunikasi yang diterapkan oleh pengasuh dalam pembinaan program tahfidz juz ‘Amma di Yayasan Dulur Salembur (YDS) Jakarta Timur, beserta faktor-faktor pendukung dan penghambatnya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggabungkan pendekatan kepustakaan dan lapangan melalui teknik wawancara terhadap tiga pengasuh dan sepuluh anak asuh, serta didukung oleh observasi, dokumentasi, dan kajian pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pola komunikasi dalam pembinaan tahfidz juz ‘Amma berjalan optimal melalui dua bentuk pola komunikasi, yaitu pola roda dan pola bintang berdasarkan teori Joseph A. Devito. Selain itu, ditemukan tiga jenis pola komunikasi berdasarkan teori Onong U. Effendy, yakni komunikasi intrapersonal, komunikasi interpersonal, dan komunikasi kelompok kecil. Faktor pendukung keberhasilan program meliputi niat, kemauan, keseriusan, semangat, kedisiplinan, rasa percaya diri, motivasi dari pengasuh, serta pemberian reward. Adapun faktor penghambatnya meliputi kesulitan dalam menerima materi, kecenderungan bercanda, rasa jenuh, dan kurangnya fokus. Secara keseluruhan, pesan yang disampaikan pengasuh dapat terserap dengan baik oleh anak asuh, sehingga proses pembinaan tahfidz juz ‘Amma di YDS berjalan efektif dan memberikan dampak positif terhadap peningkatan hafalan anak asuh. Kata Kunci: pola komunikasi, pembinaan, program tahfidz, juz ‘Amma