Pertumbuhan populasi global yang meningkat menyebabkan tantangan serius dalam pengelolaan sampah, termasuk di Indonesia dengan timbulan sampah mencapai 38,2 juta ton per tahun, dan lebih dari sepertiga belum terkelola dengan baik. Penelitian di Desa Sungai Langka di Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, menganalisis kondisi eksisting pengelolaan sampah melalui lima aspek yakni aspek teknis operasional, peran serta masyarakat, pembiayaan, hukum dan peraturan, serta kelembagaan. Melalui hasil analisis tersebut, selanjutnya dilakukan evaluasi pengelolaan sampahnya dan merumuskan strategi untuk meningkatkan pengelolaan sampah. Metode pengambilan data yang digunakan meliputi observasi, kuesioner, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Sungai Langka masih memiliki beberapa catatan dalam aspek teknis operasional pengelolaan sampah diantaranya pewadahan sampah belum standar, pemilahan masih rendah (24%), pengolahan sumber sangat minim (7,4%), layanan pengangkutan sampah masih rendah (16,8%), dan belum ada sarana dan infrastuktur pengelolaan sampah (TPS). Dari penilaian lima aspek pengelolaan sampah, aspek kelembagaan & teknis operasional termasuk “cukup”, sementara pembiayaan dan hukum “buruk”, serta partisipasi masyarakat “buruk sekali”. Berdasarkan analisis SWOT diperoleh hasil pada kuadran III. Kuadran III berfokus pada memanfaatkan peluang eksternal untuk mengatasi kelemahan internal. Strategi yang dilakukan adalah edukasi yang kontinyu terkait pengelolaan sampah di acara-acara kemasyarakatan, membuat peraturan desatentang pengelolaan sampah berbasis sumber dan retribusi. Aspek teknis operasional dapat ditingkatkan melalui menjalin kemitraan dengan pihak ekternal potensial untuk mendapatkan dukungan sarana dan prasarana persampahan. Aspek kelembagaan dapat dikuatkan dengan optimalisasi bank sampah Mawar Indah atau pembentukan kelembagaan yang resmi dan terstruktur di bidang pengelolaan sampah desa.