Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

WISATA EDUKASI MANGROVE DAN PENGELOLAAN SAMPAH UNTUK PARIWISATA BERKELANJUTAN PULAU UNTUNG JAWA Pratama, Akbar Tegar; Demolingo, Ramang H
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 20, No 1 (2026): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v20i1.920

Abstract

ABSTRACTThis study aims to formulate strategies for developing mangrove tourism education and waste management in support of sustainable tourism on Untung Jawa Island. The study uses a qualitative approach with a case study design, through in-depth interviews, participatory observation, and data analysis using triangulation techniques to verify the results from tourism managers, the Environmental Agency, and tourists. The results show that Untung Jawa Island already has a collaborative environmental management system between the Environmental Agency, tourism awareness groups, and the local community. Community participation in waste sorting reaches 90%, but approximately 50% of the total accumulated waste comes from outside the region. Mangrove tourism education is implemented through interpretive activities such as mangrove planting and beach cleanups, which can increase tourists' understanding and concern for the environment. However, challenges still arise due to waste from outside the region and tourist behavior that is not yet fully disciplined. This study emphasizes that the success of sustainable tourism is determined by the integration of mangrove tourism education, tourist awareness, waste management, community participation, and institutional support on an ongoing basis.Keywords: Mangrove Tourism Education; Waste Management; Tourist Awareness; Sustainable Tourism ABSTRAKPenelitian ini bertujuan merumuskan strategi pengembangan edukasi wisata mangrove dan pengelolaan sampah dalam mendukung pariwisata berkelanjutan di Pulau Untung Jawa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta analisis data menggunakan teknik triangulasi untuk memverifikasi hasil dari pengelola wisata, Dinas Lingkungan Hidup, dan wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pulau Untung Jawa telah memiliki sistem pengelolaan lingkungan yang kolaboratif antara Dinas Lingkungan Hidup, kelompok sadar wisata, dan masyarakat lokal. Partisipasi warga dalam pemilahan sampah mencapai 90%, namun sekitar 50% dari total sampah yang menumpuk berasal dari kiriman luar wilayah. Edukasi wisata mangrove diterapkan melalui kegiatan interpretatif seperti penanaman mangrove dan pembersihan pantai, yang mampu meningkatkan pemahaman serta kepedulian wisatawan terhadap lingkungan. Namun, tantangan masih muncul akibat sampah kiriman dan perilaku wisatawan yang belum sepenuhnya disiplin. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan pariwisata berkelanjutan ditentukan oleh integrasi edukasi wisata mangrove, kesadaran wisatawan, pengelolaan sampah, partisipasi masyarakat, dan dukungan kelembagaan secara berkelanjutan.Kata Kunci: Edukasi Wisata Mangrove; Pengelolaan Sampah; Kesadaran Wisatawan; Pariwisata Berkelanjutan
HUBUNGAN DAYA TARIK DAN EDUKASI BUDAYA DIGITAL TERBADAP MINAT WISATAWAN MENGUNJUNGI RUANG IMERSIFA MUSEUM NASIONAL INDONESIA Cahyaningrum, Nilam Dwi; Demolingo, Ramang H
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 20, No 1 (2026): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v20i1.921

Abstract

ABSTRACTLow museum attendance, especially among the younger generation, is the main reason behind this. The National Museum is innovating through Ruang ImersifA, a 360˚ video mapping exhibition that utilizes the concept of metaverse tourism as a strategy to increase cultural appeal and educational value. This study uses a quantitative approach with primary data. The research population consists of tourists who visited the National Museum's Immersive Room. Data were collected through a Likert scale questionnaire and analyzed using the Spearman's rank correlation non-parametric statistical method. The results show that there is a positive and strong relationship between the independent and dependent variable, namely Attractiveness and Tourist Interest (r = 0,741, p = 0,000) and Digital Cultural Education and Tourist Interest (r = 0,675, p = 0,000) in the Immersive Space of the National Museum. The conclusion of this study is that digital-based technological innovations, such as those applied in the Immersive Space, are very effective as a dual strategy to create an attractive and educational experience, thereby increasing tourist interest in visiting the National Museum. It is recommended that managers continue to increase investment in digital infrastructure and enrich interactive educational content.Keywords: Tourist Attraction; Digital Cultural Education; Tourist Interest; Immersive Space; National Museum ABSTRAK Rendahnya minat kunjungan museum, terutama di kalangan generasi muda, menjadi latar belakang utama. Museum Nasional berimovasi melalui Ruang ImersifA, sebuah pameran video maping 360˚ yang memanfaatkan konsep metaverse tourism sebagai strategi untuk meningkatkan daya tarik dan nilai edukasi budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis data primer. Populasi penelitian adalah wisatawan yang mengunjungi Ruang ImersifA Museum Nasional. Data dikumpulkan melalui kuisioner berskala likert dan dianalisis menggunakan metode statistik non-parametrik Uji Korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan kuat antara variabel independen dan variabel dependen yaitu Daya Tarik dengan Minat Wisatawan (r = 0,741, p = 0,000) dan Edukasi Budaya Digital dengan Minat Wisatawan (r = 0,675, p = 0,000). Kesimpulan dari penelitian ini adalah inovasi teknologi berbasis digital, seperti yang diterapkan pada Ruang ImersifA, sangat efektf sebagai strategi ganda untuk menciptakan pengalaman yang menarik (attractive) sekaligus edukatif, sehingga mampu meningkatkan minat wisatawan untuk berkunjung ke Museum Nasional. Disarankan bagi pengelola untuk terus meningkatkan investasi pada infrastruktur digital dan memperkaya konten edukasi yang interaktifKata Kunci: Daya Tarik Wisata; Edukasi Budaya Digital; Minat Kunjungan Wisatawan; Ruang ImersifA; Museum Nasional