Kenakalan remaja merupakan permasalahan yang sering muncul pada peserta didik usia sekolah menengah pertama dan dapat menghambat perkembangan akademik, sosial, serta kepribadian siswa. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal memiliki peran strategis dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kenakalan remaja, salah satunya melalui layanan bimbingan dan konseling, khususnya layanan informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dan efektivitas layanan informasi dalam menanggulangi kenakalan remaja pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Fanayama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen, yaitu desain one group pretest–posttest. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Fanayama yang berjumlah 22 orang. Instrumen penelitian berupa angket kenakalan remaja yang disusun berdasarkan skala Likert dan telah diuji validitas serta reliabilitasnya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pretest dan posttest, sedangkan analisis data menggunakan teknik persentase, statistik deskriptif, dan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kenakalan remaja sebelum diberikan layanan informasi berada pada kategori tinggi. Setelah diberikan layanan informasi, tingkat kenakalan remaja mengalami penurunan dan berada pada kategori rendah. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest, sehingga layanan informasi dinyatakan efektif dalam menanggulangi kenakalan remaja. Dengan demikian, layanan informasi memiliki peran penting sebagai upaya preventif dan edukatif dalam membantu siswa memahami dampak perilaku menyimpang serta mengarahkan mereka pada perilaku yang positif.