This study departs from the reality of adolescents as the next generation, who are currently in a transitional phase and are highly vulnerable to the negative impacts of globalization and the advancement of digital technology. The main focus of the research is to examine the role of hadroh art as a creative medium in instilling Islamic educational values oriented toward the moral development of youth. Employing a qualitative descriptive approach, the research was conducted at As-Sholah Mosque, Srirejosari Village, East Lampung, using data collection techniques such as observation, interviews, and documentation involving community leaders, mentors, and adolescents engaged in hadroh activities. The findings indicate that the internalization of Islamic educational values through hadroh is based on three aspects: faith (love for the Prophet Muhammad SAW expressed through shalawat chants), worship (religious expression and prayers to draw closer to Allah SWT), and morality (discipline, responsibility, and cooperation). The impact is clearly visible among adolescents, including increased participation in worship, more courteous social behavior, and reduced dependence on gadgets. Although challenges remain in regenerating members due to many continuing their studies outside the region, the activities persist thanks to the support of parents and the local government. ABSTRAK Penelitian ini berangkat dari realitas remaja sebagai generasi penerus yang tengah berada dalam fase transisi dan cukup rentan terhadap dampak negatif arus globalisasi serta perkembangan teknologi digital. Fokus utama penelitian adalah mengkaji peran kesenian hadroh sebagai media kreatif dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan Islam yang berorientasi pada pembentukan akhlak remaja. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini dilaksanakan di Masjid As-Sholah, Desa Srirejosari, Lampung Timur, melalui teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap tokoh masyarakat, pembina, serta remaja yang terlibat dalam kegiatan hadroh. Penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai pendidikan Islam melalui hadroh bertumpu pada tiga aspek: iman (kecintaan kepada Rasulullah SAW lewat syair shalawat), ibadah (syiar dan doa untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT), serta akhlak (kedisiplinan, tanggung jawab, dan kerja sama). Dampaknya terlihat nyata pada remaja, seperti meningkatnya keterlibatan ibadah, perilaku sosial yang lebih santun, dan berkurangnya ketergantungan pada handfone. Meski ada kendala regenerasi anggota karena melanjutkan pendidikan ke luar daerah, kegiatan tetap berlanjut berkat dukungan orang tua dan pemerintah setempat.