Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Bokashi Kiambang dan Pupuk NPK Mutiara 16:16:16 terhadap Pertumbuhan serta Produksi Tanaman Buncis Tegak (Phaseolus vulgaris L.) Bella, Rizka Irta; Zulkifli, Zulkifli
Jurnal Agroteknologi, Agribisnis, dan Akuakultur Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Agroteknologi Agribisnis dan Akuakultur Edisi Januari 2025
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jaaa.2025.27195

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh interaksi Bokashi Kiambang dan pupuk NPK Mutiara 16:16:16 terhadap pertumbuhan serta produksi buncis tegak. Penelitian ini telah dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau, Jalan Kaharuddin Nasution Km 11 No. 113, Kelurahan Air Dingin, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan yang terhitung dari bulan September sampai November 2022. Penelitian ini telah dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah Dosis Bokashi Kiambang yang terdiri dari 4 taraf yaitu 0,800,1600 dan 2400 g/plot dan faktor kedua Dosis pupuk NPK Mutiara 16:16:16 yang terdiri dari 4 taraf yaitu 0,12,24 dan 36 g/plot dan dilakukan sebanyak 3 kali ulangan, maka keseluruhan terdapat 48 unit satuan percobaan atau plot. Masing-masing unit terdiri dari 6 tanaman dan 3 tanaman dijadikan sampel untuk kebutuhan pengamatan sehingga keseluruhan tanaman pada penelitian ini sebanyak 288 tanaman buncis tegak. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan disimpulkan bahwa interaksi bokashi kiambang dan NPK 16:16:16 berpengaruh nyata terhadap semua parameter pengamatan. Perlakuan terbaik dosis bokashi kiambang 2400 g/plot dan NPK 16:16:16 36 g/plot. Pengaruh utama dosis bokashi kiambang nyata terhadap semua parameter pengamatan. Perlakuan terbaik adalah dosis 2400 g/plot. Pengaruh utama dosis NPK 16:16:16 nyata terhadap semua parameter pengamatan, dimana perlakuan terbaik adalah dosis 36 g/plot.