Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh NAA dan BAP terhadap Pertumbuhan Tanaman Anggrek (Dendrobium sp.) secara In Vitro Manik, Ramona Yulianti; Mardaleni, Mardaleni
Jurnal Agroteknologi, Agribisnis, dan Akuakultur Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Agroteknologi Agribisnis dan Akuakultur Edisi Juli 2025
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jaaa.2025.27340

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi maupun pengaruh utama NAA dan BAP pada pertumbuhan tanaman anggrek secara in-vitro. Penelitian telah dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi Faperta Universitas Islam Riau, dimulai dari bulan Desember 2022 sampai Maret 2023. Percobaan menggunakan RAL Faktorial dengan faktor pertama adalah konsentrasi NAA (0; 0,5; 1; dan 1,5 ppm) dan faktor kedua adalah konsentrasi BAP (0, 2, 4, dan 6 ppm). Sehingga diperoleh 16 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan maka ada 48 unit percobaan. Satu unit percobaan terdiri dari 3 botol setiap botol berisi 4 tanaman dan 2 botol dijadikan sampel, sehingga total keseluruhan botol adalah 144 botol. Parameter yang diamati adalah persentase eksplan hidup, persentasi eksplan yang membentuk tunas, persentase eksplan yang membentuk akar, umur muncul tunas, jumlah tunas per eksplan, jumlah akar per eksplan, dan jumlah calon planlet per eksplan. Data pengamatan dianalisis secara statistik dan dilanjutkan dengan uji BNJ pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi NAA dan BAP pada eksplan tanaman anggrek dengan konsentrasi NAA 1,5 ppm dengan BAP 2 ppm berbeda nyata pada parameter persentase eksplan yang membentuk akar, umur muncul tunas, jumlah tunas per eksplan, jumlah akar per eksplan, dan jumlah calon planlet per eksplan. Pengaruh utama NAA berbeda nyata terhadap semua parameter pengamatan konsentrasi NAA sebanyak 1,5 ppm. Pengaruh utama BAP berbeda nyata terhadap semua parameter kecuali persentase eksplan hidup, pemberian BAP terbaik yaitu konsentrasi 2 ppm.