Perkembangan layanan pinjaman online (fintech lending) di Indonesia memberikan kemudahan akses keuangan bagi masyarakat, namun di sisi lain memunculkan risiko serius terkait keamanan dan perlindungan data pribadi konsumen. Maraknya kasus kebocoran dan penyalahgunaan data pribadi menimbulkan kekhawatiran yang berpotensi menurunkan kepercayaan konsumen terhadap layanan pinjaman online. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebocoran data pribadi, penyalahgunaan data, dan transparansi kebijakan privasi terhadap kepercayaan konsumen, serta menguji peran faktor demografi sebagai variabel moderasi dalam hubungan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner kepada pengguna layanan pinjaman online. Data dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebocoran data pribadi, penyalahgunaan data, dan transparansi kebijakan privasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan konsumen. Faktor demografi juga terbukti berpengaruh langsung terhadap kepercayaan konsumen. Namun demikian, faktor demografi tidak terbukti memoderasi hubungan antara kebocoran data, penyalahgunaan data, maupun transparansi kebijakan privasi terhadap kepercayaan konsumen. Temuan ini mengindikasikan bahwa isu perlindungan data pribadi dan transparansi informasi merupakan faktor fundamental yang memengaruhi kepercayaan konsumen secara universal, tanpa memandang perbedaan karakteristik demografi. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengelolaan data yang aman, etis, dan transparan oleh penyedia layanan pinjaman online guna menjaga dan meningkatkan kepercayaan konsumen secara berkelanjutan.