Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Perencanaan Perawatan Mesin Producer Extrude Dengan Pendekatan Metode Markov Chain Untuk Meminimumkan Biaya Perawatan : (Studi Kasus: PT. Jembo Cable Company TBK) Aanthon Rudy W
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v5i1.1602

Abstract

Jembo Cable Company Tbk sebagai salah satu produsen berbagai macam kabel yang mengutamakan kepuasan pelanggan, Efektifitas dan produktivitas mesin- mesin sebagai poros utama produksi suatu perusahaan haruslah ditunjang dengan sistem perawatan yang baik. Kerusakan yang terjadi pada salah satu jenis mesin akan mengakibatkan terputusnya rantai proses produksi, karena antara satu mesin dengan mesin lainnya saling berhubungan satu sama lain. Hal ini dapat berdampak pada terjadinya kerugian bagi perusahaan dan kemungkinan membahayakan pekerja. masih kesulitan dalam memperhatikan pentingnya perawatan mesin produksinya. Kerusakan mesin dapat terjadi karena berbagai faktor diantaranya yaitu adanya human error dan kurang baiknya manajemen perawatan mesin. Perawatan mesin merupakan kegiatan pendukung yang menjamin kelangsungan mesin dan peralatan sehingga pada saat dibutuhkan akan dapat dipakai sesuai dengan yang diharapkan. Kegiatan perawatan merupakan seluruh rangkaian aktivitas yang dilakukan untuk mempertahankan unit-unit pada kondisi operasional dan aman, dan apabila terjadi kerusakan maka dapat dikendalikan pada kondisi operasional yang handal dan aman. Dan jika ada kerusakan, PT. Jembo Cable Company Tbk harus menghentikan proses produksi sebentar lalu memperbaiki mesin yang rusak terlebih dahulu. Dengan permasalahan tersebut, perencanaan pemeliharaan mesin produksi akan dilakukan dengan menggunakan metode Markov Chain dengan harapan dapat meminimalisir biaya perawatan. Belum optimalnya proses perawatan membuat tingginya nilai kerugian perusahaan. Dari permasalahan tersebut maka dibuat usulan untuk melakukan penelitian guna menganalisa apakah pelaksanaan perawatan mesin tersebut sudah maksimal. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa penghematan biaya perawatan yang diperoleh perusahaan adalah Mesin Producer memperoleh penghematan sebesar Rp 14.530.862,- atau 35,5% dari biaya perawatan perusahaan.