Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERBANDINGAN KEBUTUHAN TULANGAN KOLOM LANTAI 1 PADA PROYEK PEMBANGUNAN KAMPUNG SUSUN X DI JAKARTA UTARA Rifaldi Adi Saputra; Caca Januar; Reynold Andika Pratama; Ali Murdani
Jurnal Tera Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Tera (September 2023)
Publisher : Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas Dian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hampir 60% di Indonesia, material yang digunakan adalah beton (concrete), yang pada umumnya dikombinasikan dengan baja (composite) atau jenis lainnya. Dilihat dari segi kekuatan, beton memiliki keunggulan yaitu memiliki kuat tekan yang tinggi tetapi beton lemah dalam menahan gaya tarik. Kuat tarik beton yang sangat rendah mengakibatkan beton mudah retak, yang pada akhirnya mengurangi keawetan beton. Sehingga diperlukan baja tulangan untuk mengatasi Kuat tarik pada beton yang sangat rendah. Proses pabrikasi tulangan kolom adalah tahap perakitan tulangan kolom sesuai dengan rencana yang telah ditentukan ditempat yang telah disediakan. Proses tersebut meliputi proses pembengkokan, pemotongan, serta penyambungan tulangan. Baja tulangan yang digunakan pada kolom terdiri dari dua jenis, yaitu tulangan utama dan tulangan sengkang. Tulangan utama pada kolom berfungsi untuk menahan kombinasi beban aksial dan momen lentur, sedangkan tulangan sengkang pada kolom memiliki fungsi untuk menahan gaya geser. Kebutuhan material tulangan perlu diperhitungkan secara detail sebagai upaya efisiensi penggunaan material di lokasi proyek. Hasil Analisis Perbandingan Kebutuhan Tulangan Kolom Lantai 1 Pada Proyek Pembangunan Kampung Susun X di Jakarta Utara diperoleh hasil yaitu Tulangan Utama D19 lebih besar 0,14% atau 18,19 kg dari data kontraktor, Tulangan Sengkang Ujung & Tulangan Pengikat D13 lebih kecil 16,91% atau 848,28 Kg dari data kontraktor dan Tulangan Sengkang Tengah D10 lebih kecil 12,42% atau 71,27 Kg dari data kontraktor serta besarnya biaya yang dibutuhkan untuk kebutuhan tulangan adalah Rp. 262.199.910 atau lebih kecil 4,9% dari data kontraktor.
STUDI KOMPARASI PENULANGAN GEDUNG 8 LANTAI DENGAN SNI 1726:2012 DAN SNI 1726:2019 Studi Kasus : Gedung Hotel X di Kota Bandung, Jawa Barat Rifaldi Adi Saputra; Asri Winita; Shinta Elsa Melsandi
Jurnal Tera Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Tera (September 2023)
Publisher : Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas Dian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan bangunan tentu harus mengikuti peraturan yang berlaku. Belum lama ini, peraturan pembebanan SNI 1726:2019 disahkan sebagai update dari SNI 1726:2012. Penetapan peraturan terbaru ini tentu memberikan pengaruh pada desain struktur bangunan. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi perhitungan pengaruh gempa bangunan lama terhadap peraturan terbaru. Pada penelitian ini, dilakukan analisa terhadap struktur gedung hotel 8 lantai yang berlokasi di Bandung yang sebelumnya didesain dengan SNI 1726:2012, kemudian dibandingkan dengan SNI 1726:2019. Analisa dilakukan untuk melihat perubahan besaran beban gempa berikut parameternya akibat penetapan SNI terbaru terhadap peraturan sebelumnya serta perubahan kebutuhan luas tulangan kolom dan balok. Hasil analisa menunjukan bahwa nilai spectral percepatan terpetakan Ss mengalami penurunan sebesar 22% dan S1 naik sebesar 0.12%, nilai koefisien situs Fa naik sebesar 16% dan Fv turun sebesar 0.83%. Perubahan nilai tersebut mengakibatkan nilai koefisien respons seismic juga mengalami perubahan, yakni turun sebesar 6.5% pada SNI 1726:2019. Namun pada SNI terbaru, nilai gaya gempa dasar desain harus 100% dari gempa static sehingga nilai V dinamik akibat SNI 1726:2019 mengalami kenaikan sebesar 9,3%. Perubahan gaya gempa dasar ini mengakibatkan terjadinya kenaikan pada penulangan kolom dan balok, dimana kebutuhan luas tulangan kolom naik sebesar 6%, tulangan tumpuan atas balok naik 3.2%, tumpuan bawah naik 3%, dan area lapangan naik sebesar 2%.
Project Time Scheduling Analysis Using the Critical Path Method and Program Evaluation and Review Techniques on the Sapphire Shophouse Project – Cimanggis Golf Estate Kusworo, Al Faqih Azzhami; Rifaldi Adi Saputra
Jurnal Teknik dan Science Vol. 5 No. 1 (2026): Februari : Jurnal Teknik dan Science
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jts.v5i1.2655

Abstract

The construction project of Ruko Sapphire – Cimanggis Golf Estate experienced several delays, resulting in discrepancies between the planned schedule outlined in the S-Curve and the actual conditions in the field. These delays were caused by technical issues with the reinforcement fabrication machine, inconsistencies between structural and architectural stair drawings, rescheduling of concrete casting due to weather and the availability of a concrete pump truck. This study aims to analyze the project scheduling using two methods: the Critical Path Method (CPM), to identify the critical path and determine the minimum project duration, and the Program Evaluation and Review Technique (PERT), to estimate optimistic, most likely, and pessimistic time durations as well as the probability of completing the project on schedule. The research was conducted using a descriptive quantitative approach with primary data (observations and interviews) and secondary data (S-Curve). The results show that both CPM and PERT provide consistent, realistic, and accurate duration estimates, helping contractors identify critical activities, reduce the risk of delays, and provide a more reliable basis for project time planning.