p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Tera
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERBANDINGAN KEBUTUHAN TULANGAN KOLOM LANTAI 1 PADA PROYEK PEMBANGUNAN KAMPUNG SUSUN X DI JAKARTA UTARA Rifaldi Adi Saputra; Caca Januar; Reynold Andika Pratama; Ali Murdani
Jurnal Tera Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Tera (September 2023)
Publisher : Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas Dian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hampir 60% di Indonesia, material yang digunakan adalah beton (concrete), yang pada umumnya dikombinasikan dengan baja (composite) atau jenis lainnya. Dilihat dari segi kekuatan, beton memiliki keunggulan yaitu memiliki kuat tekan yang tinggi tetapi beton lemah dalam menahan gaya tarik. Kuat tarik beton yang sangat rendah mengakibatkan beton mudah retak, yang pada akhirnya mengurangi keawetan beton. Sehingga diperlukan baja tulangan untuk mengatasi Kuat tarik pada beton yang sangat rendah. Proses pabrikasi tulangan kolom adalah tahap perakitan tulangan kolom sesuai dengan rencana yang telah ditentukan ditempat yang telah disediakan. Proses tersebut meliputi proses pembengkokan, pemotongan, serta penyambungan tulangan. Baja tulangan yang digunakan pada kolom terdiri dari dua jenis, yaitu tulangan utama dan tulangan sengkang. Tulangan utama pada kolom berfungsi untuk menahan kombinasi beban aksial dan momen lentur, sedangkan tulangan sengkang pada kolom memiliki fungsi untuk menahan gaya geser. Kebutuhan material tulangan perlu diperhitungkan secara detail sebagai upaya efisiensi penggunaan material di lokasi proyek. Hasil Analisis Perbandingan Kebutuhan Tulangan Kolom Lantai 1 Pada Proyek Pembangunan Kampung Susun X di Jakarta Utara diperoleh hasil yaitu Tulangan Utama D19 lebih besar 0,14% atau 18,19 kg dari data kontraktor, Tulangan Sengkang Ujung & Tulangan Pengikat D13 lebih kecil 16,91% atau 848,28 Kg dari data kontraktor dan Tulangan Sengkang Tengah D10 lebih kecil 12,42% atau 71,27 Kg dari data kontraktor serta besarnya biaya yang dibutuhkan untuk kebutuhan tulangan adalah Rp. 262.199.910 atau lebih kecil 4,9% dari data kontraktor.
STUDI KOMPARASI PENULANGAN GEDUNG 8 LANTAI DENGAN SNI 1726:2012 DAN SNI 1726:2019 Studi Kasus : Gedung Hotel X di Kota Bandung, Jawa Barat Rifaldi Adi Saputra; Asri Winita; Shinta Elsa Melsandi
Jurnal Tera Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Tera (September 2023)
Publisher : Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas Dian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan bangunan tentu harus mengikuti peraturan yang berlaku. Belum lama ini, peraturan pembebanan SNI 1726:2019 disahkan sebagai update dari SNI 1726:2012. Penetapan peraturan terbaru ini tentu memberikan pengaruh pada desain struktur bangunan. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi perhitungan pengaruh gempa bangunan lama terhadap peraturan terbaru. Pada penelitian ini, dilakukan analisa terhadap struktur gedung hotel 8 lantai yang berlokasi di Bandung yang sebelumnya didesain dengan SNI 1726:2012, kemudian dibandingkan dengan SNI 1726:2019. Analisa dilakukan untuk melihat perubahan besaran beban gempa berikut parameternya akibat penetapan SNI terbaru terhadap peraturan sebelumnya serta perubahan kebutuhan luas tulangan kolom dan balok. Hasil analisa menunjukan bahwa nilai spectral percepatan terpetakan Ss mengalami penurunan sebesar 22% dan S1 naik sebesar 0.12%, nilai koefisien situs Fa naik sebesar 16% dan Fv turun sebesar 0.83%. Perubahan nilai tersebut mengakibatkan nilai koefisien respons seismic juga mengalami perubahan, yakni turun sebesar 6.5% pada SNI 1726:2019. Namun pada SNI terbaru, nilai gaya gempa dasar desain harus 100% dari gempa static sehingga nilai V dinamik akibat SNI 1726:2019 mengalami kenaikan sebesar 9,3%. Perubahan gaya gempa dasar ini mengakibatkan terjadinya kenaikan pada penulangan kolom dan balok, dimana kebutuhan luas tulangan kolom naik sebesar 6%, tulangan tumpuan atas balok naik 3.2%, tumpuan bawah naik 3%, dan area lapangan naik sebesar 2%.