p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Tera
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERBANDINGAN KEBUTUHAN TULANGAN KOLOM LANTAI 1 PADA PROYEK PEMBANGUNAN KAMPUNG SUSUN X DI JAKARTA UTARA Rifaldi Adi Saputra; Caca Januar; Reynold Andika Pratama; Ali Murdani
Jurnal Tera Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Tera (September 2023)
Publisher : Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas Dian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hampir 60% di Indonesia, material yang digunakan adalah beton (concrete), yang pada umumnya dikombinasikan dengan baja (composite) atau jenis lainnya. Dilihat dari segi kekuatan, beton memiliki keunggulan yaitu memiliki kuat tekan yang tinggi tetapi beton lemah dalam menahan gaya tarik. Kuat tarik beton yang sangat rendah mengakibatkan beton mudah retak, yang pada akhirnya mengurangi keawetan beton. Sehingga diperlukan baja tulangan untuk mengatasi Kuat tarik pada beton yang sangat rendah. Proses pabrikasi tulangan kolom adalah tahap perakitan tulangan kolom sesuai dengan rencana yang telah ditentukan ditempat yang telah disediakan. Proses tersebut meliputi proses pembengkokan, pemotongan, serta penyambungan tulangan. Baja tulangan yang digunakan pada kolom terdiri dari dua jenis, yaitu tulangan utama dan tulangan sengkang. Tulangan utama pada kolom berfungsi untuk menahan kombinasi beban aksial dan momen lentur, sedangkan tulangan sengkang pada kolom memiliki fungsi untuk menahan gaya geser. Kebutuhan material tulangan perlu diperhitungkan secara detail sebagai upaya efisiensi penggunaan material di lokasi proyek. Hasil Analisis Perbandingan Kebutuhan Tulangan Kolom Lantai 1 Pada Proyek Pembangunan Kampung Susun X di Jakarta Utara diperoleh hasil yaitu Tulangan Utama D19 lebih besar 0,14% atau 18,19 kg dari data kontraktor, Tulangan Sengkang Ujung & Tulangan Pengikat D13 lebih kecil 16,91% atau 848,28 Kg dari data kontraktor dan Tulangan Sengkang Tengah D10 lebih kecil 12,42% atau 71,27 Kg dari data kontraktor serta besarnya biaya yang dibutuhkan untuk kebutuhan tulangan adalah Rp. 262.199.910 atau lebih kecil 4,9% dari data kontraktor.
PEMANFAATAN PEMBANGUNAN SALURAN PEMBAWA AIR BAKU (SPAB) MENGGUNAKAN SKEMA KERJASAMA PEMERINTAH DENGAN BADAN USAHA (KPBU) Ir. Alizar MT; Ali Murdani; Slamet Rahadjo
Jurnal Tera Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Tera (September 2024)
Publisher : Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas Dian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan terdapat indikasi adanya bundling Proyek Saluran Pembawa Air Baku (SPAB) dengan Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) untuk keberlanjutan Pengembangan Sistem dalam Pemanfaatan Air Baku dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat untuk peningkatan kualitas air baku, akan tetapi masih butuh kajian yang lebih mendalam ruang lingkup Proyek Saluran Pembawa Air Baku (SPAB) ini yang merupakan bagian dari unit air baku termasuk ke dalam jenis Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) jaringan perpipaan sehingga tunduk pada pengaturan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 122 Tahun 2015 sehingga perlu dilakukan sinkronisasi dan keterpaduan program pembangunan pada Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang ada serta dengan rencana pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang ada di Kawasan sehingga dapat diperoleh hasil yang maksimal dan tepat sasaran dan pemenuhan air minum secara adil dan merata