Panel surya merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang banyak dikembangkan karena ramah lingkungan dan mampu menghasilkan energi listrik dari radiasi matahari. Namun, performa panel surya dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan seperti suhu, intensitas radiasi matahari, dan jenis modul panel yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sensitivitas kinerja panel surya terhadap variasi suhu, jenis modul, dan intensitas radiasi matahari berdasarkan hasil penelitian terdahulu. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji beberapa artikel ilmiah yang relevan mengenai performa panel surya. Analisis dilakukan dengan membandingkan pengaruh temperatur, intensitas radiasi, dan karakteristik modul panel surya terhadap efisiensi dan daya keluaran sistem photovoltaic. Hasil kajian menunjukkan bahwa kenaikan suhu panel surya menyebabkan efisiensi dan tegangan keluaran panel mengalami penurunan. Panel monokristalin memiliki efisiensi paling tinggi dibandingkan panel polikristalin dan thin film, namun memiliki sensitivitas temperatur yang lebih besar. Intensitas radiasi matahari memiliki hubungan positif terhadap arus dan daya keluaran panel surya, dimana peningkatan irradiance menyebabkan daya output meningkat secara signifikan. Sementara itu, panel thin film memiliki kestabilan performa yang lebih baik pada kondisi temperatur tinggi meskipun efisiensinya lebih rendah dibandingkan panel kristalin. Berdasarkan analisis sensitivitas, suhu merupakan faktor yang paling memengaruhi efisiensi panel surya, sedangkan intensitas radiasi lebih dominan memengaruhi daya keluaran panel. Oleh karena itu, pemilihan jenis modul panel surya dan pengendalian temperatur menjadi faktor penting dalam meningkatkan performa sistem pembangkit listrik tenaga surya.