Tingginya tingkat kecemasan yang dialami pasien sebelum menjalani prosedur operasi, khususnya pada anestesi spinal. Kecemasan ini dapat mempengaruhi kondisi fisik dan psikologis pasien, serta berpotensi mengganggu proses anestesi dan pemulihan pasca operasi. Self efficacy, yang merupakan keyakinan individu terhadap kemampuannya untuk mengatasi situasi tertentu, diharapkan dapat berperan dalam mengurangi tingkat kecemasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self efficacy dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi spinal anestesi di Rumah Sakit Emanuel Banjarnegara. Jenis penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional didapatkan melalui penelitian langsung di lapangan dalam waktu 27 maret – 27 april 2025. Teknik sampling purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 77 pasien pre operasi spinal anestesi. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner General self efficacy scale (GSE) dan Hamiliton Rating Scale (HARS). Self efficacy pasien dengan kategori sedang (61%), tinggi (39%). Kecemasan pasien pre operasi dengan kategori tidak cemas (49,4%),ringan (20,8%), sedang (15,6%), berat (11,7%), sangat berat (2,6%). Hasil pengujian statistik menggunakan uji Spearman Rank menunjukkan nilai p-value 0,005 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara self efficacy dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi spinal anestesi di Rumah Sakit Emanuel Banjarnegara. Nilai koefisien korelasi adalah -0,315 dengan tingkat keeratan hubungan cukup kuat. Nilai negatif menandakan hubungan kedua variabel tersebut bersifat berlawanan arah, dengan demikian dapat diartikan bahwa semakin tinggi self efficacy pasien maka kecemasan yang dialami semakin rendah.