Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh struktur modal, profitabilitas, dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan pada emiten pertambangan batubara di Bursa Efek Indonesia periode 2018–2024. Metode yang digunakan adalah explanatory research kuantitatif dengan pendekatan data panel. Sampel ditentukan melalui purposive sampling dan menghasilkan tujuh perusahaan yang memenuhi kelengkapan laporan keuangan: TCPI, PTBA, SMMT, DWGL, CNKO, FIRE, dan ZINC, sehingga diperoleh empat puluh sembilan observasi tahunan. Struktur modal diproksi dengan debt-to-equity ratio, profitabilitas dengan return on assets, ukuran perusahaan dengan log natural total aset, sedangkan nilai perusahaan diwakili price-to-book value. Uji statistik deskriptif menunjukkan sebaran besar pada leverage dan valuasi pasar, mencerminkan volatilitas harga batubara global. Uji asumsi klasik normalitas, multikolinearitas, autokorelasi, dan heteroskedastisitas memenuhi kriteria, menegaskan validitas model regresi. Namun hasil regresi panel mengindikasikan ketiga variabel tidak berpengaruh signifikan baik simultan (F = 1,108; p = 0,362) maupun parsial (p > 0,05). Nilai Adjusted R-squared sebesar 0,010 mengungkap bahwa hanya satu persen variasi nilai perusahaan dijelaskan variabel internal keuangan, menandakan dominasi faktor eksternal seperti fluktuasi harga komoditas, regulasi ekspor, dan isu transisi energi. Temuan ini menyiratkan bahwa investor sektor ekstraktif menitikberatkan penilaian pada sinyal makroekonomi ketimbang rasio keuangan historis. Penelitian selanjutnya disarankan memasukkan indeks harga batubara, cadangan terbukti, dan skor ESG, serta menguji hubungan non-linier untuk meningkatkan daya jelaskan model valuasi. Implikasi praktis bagi manajemen meliputi penguatan strategi lindung nilai, diversifikasi pendapatan, serta transparansi lingkungan untuk menarik aliran modal baru dari para investor.