Cedera muskuloskeletal sering dialami anak usia sekolah dan dapat mengganggu kesehatan serta aktivitas belajar. Di Indonesia banyak kasus terjadi di lingkungan sekolah. Anak di area sekolah pedesaan seringkali kurang mendapatkan pengawasan dan fasilitas yang minim mengakibatkan rentan untuk mengalami cedera seperti terkilir. SMPN 1 Kalisat merupakan salah satu sekokah yang berada di daerah pedesaan yang memiliki kelompok penanagan cedera yang disebut Kelompok Sigap Cedera, namun kemampuannya perlu terus dioptimalkan. Maka dari itu diperlukan inovasi dalam pemberian edukasi pertolongan pertama cedera muskuloskeletal bagi mereka. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh LUCAS yaitu permainan ludo yang memuat skenario penanganan cedera muskuloskeletal dengan metode R.I.C.E untuk meningkatkan pemahaman secara praktis dibandingkan dengan metode simulasi. Penelitian ini merupakan jenis quasi-eksperimen dengan desain pretest-posttest. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik total sampling, melibatkan 32 siswa dari kelompok sigap yang terbagi merata menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Uji statisik menggunakan independent t – test. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan rata-rata keterampilan antara kelompok simulasi dan LUCAS (p = 0,029) dengan selisih rata-rata keterampilan yang pada kelompok LUCAS lebih tinggi (16,250). Kesimpulan: terdapat perbedaan keterampilan siswa dalam pertolongan pertama cedera muskuloskeletal dengan menggunakan metode simulasi dan metode permainan LUCAS. LUCAS menjadi inovasi edukasi dalam bentuk permainan sebab memberikan pengalaman belajar yang konkret sehingga mampu meningkatkan perhatian, mendukung berbagai gaya belajar, baik visual maupun auditori untuk perbaikan keterampilan pertolongan pertama cedera muskuloskeletal.Kata Kunci: cedera muskuloskeletal, keterampilan, permainan ludo, simulasi