Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 juga mencatat kelompok usia 15-19 tahun merupakan kelompok perokok terbanyak (56,5%). Rokok merupakan penyebab prevalensi Penyakit Tidak Menular (PTM) yang tinggi. Merokok pada remaja merupakan salah satu masalah kesehatan yang semakin meningkat, sehingga diperlukan upaya pencegahan dengan menggunakan media edukasi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian edukasi melalui media leaflet terhadap pengetahuan remaja tentang merokok di SMKN 2 Kota Bengkulu. Desain penelitian yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan metode one group pre-test post-test design. Sampel penelitian terdiri dari 50 siswa kelas X, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi edukasi media leaflet. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan remaja tentang merokok setelah diberikan edukasi melalui media leaflet. Nilai rata-rata pengetahuan pada pre-test adalah 5,41, sedangkan pada post-test meningkat menjadi 7,30. Uji statistik menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value = 0,00, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara hasil pre-test dan post-test. Edukasi melalui media leaflet efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang merokok. Berdasarkan hasil ini, diharapkan penggunaan leaflet dapat terus diterapkan sebagai media edukasi kesehatan yang efektif di lingkungan sekolah untuk menurunkan prevalensi merokok di kalangan remaja. Hasil penelitian ini juga dapat menjadi dasar dalam mengembangkan program pencegahan merokok di kalangan pelajar.Kata Kunci: media leaflet, merokok, pengetahuan, remaja