Agung Dzaki Hanan
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemikiran Gender Dr. Nur Rofi’ah dan Implikasinya bagi Pendidikan Keluarga Siti Nyutiani; A'izatun Ni'mah; Nurul Azizah; Laili Rizqi Amaliyah; Muslimatus Sa’adah; Agung Dzaki Hanan
Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman Vol. 12 No. 2 (2024): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52185/kariman.v12i2.956

Abstract

Tulisan ini mengkaji pemikiran gender Dr. Nur Rofi’ah, seorang cendekiawan muslimah Indonesia yang konsisten memperjuangkan keadilan gender melalui perspektif Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Fokus pembahasan diarahkan pada gagasannya tentang pendidikan keluarga berbasis kesetaraan gender. Dengan menggunakan metode kajian pustaka, tulisan ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana pemikiran Dr. Nur Rofi’ah membongkar tafsir bias gender dan membentuk paradigma baru dalam mendidik keluarga yang adil dan manusiawi, serta Mengidentifikasi strategi pendidikan keluarga berbasis gender yang dapat diterapkan berdasarkan pemikiran Dr. Nur Rofi'ah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif serta berjenis studi tokoh. Data-data dikumpulkan dengan teknik analisis data kepustakaan, Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang pemikiran dipengaruhi oleh pendidikan , lingkungan dan juga pengalaman yang dialami Nur Rofiah. wacana Kesetaraan gender dalam Al Qur'an menurut Nur Rofiah adalah pemahaman kontekstual ayat dengan menggunakan prespektif keadilan hakiki perempuan. Gagasan Nur Rofiah memperkuat gagasan yang telah ada sebelumnya dan membawa sebuah gagasan baru berupa prespektif keadilan hakiki perempuan. Keadilan hakiki perempuan ini merupakan cara pandang dalam menafsirkan al-Qur’an yang mempertimbangkan secara intens pengalaman khas perempuan baik pengalaman biologis maupun sosial. Dan perspektifnya ini ia terapkan dalam menafsirkan ayat-ayat berkaitan dengan perempuan, dalam penafsiran alqur-an NR memberi perhatian pada perempuan bahwa perempuan memiliki hak yang sama seperti laki-laki, namun hal ini bisa dibiasakan atau ditanamkan dalam kelaurga semenjak anak-anak masih usia dini, misalnya orang tua mengajari anak perempuan dan anak laki-laki untuk melakukan tanggung jawab yang sama tanpa adanya diskriminasi gender. Contohnya anak laki-laki pun bisa mencuci, memasak dan mengasuh adiknya. Tanpa disadari bahwa anak-anak sering menyerap ketimpangan tanpa sadar seperti anggapan bahwa “ perempuan harus patuh, laki-laki harus memimpin” jadi pendidikan keluarga harus menjadi ruang dekontruksi nilai patriarki dan tempat menanamkan nilai keadilan, saling menghormati serta penghargaan terhadap martabat perempuan.