Kearifan lokal dalam pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan potensi strategis dalam pengembangan produk kesehatan alami, termasuk sediaan untuk menjaga kebersihan mulut. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan minat masyarakat terhadap kesehatan gigi dan mulut melalui pengenalan serta penerapan obat kumur alami berbahan TOGA. Penelitian menggunakan pendekatan metode campuran dengan melibatkan anggota kelompok masyarakat dewasa yang dipilih melalui teknik convenience sampling. Sebanyak sepuluh partisipan memenuhi kriteria inklusi sebagai anggota masyarakat yang aktif dan bersedia mengikuti kegiatan, tanpa kriteria eksklusi khusus. Pengumpulan data diawali dengan kuesioner pra-intervensi untuk mengukur kebiasaan dan pengetahuan terkait kesehatan mulut, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan edukasi dan pelatihan praktik pembuatan obat kumur alami berbasis TOGA. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan kondisi awal dan respons partisipan terhadap intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, 60 persen partisipan tidak menggunakan obat kumur secara rutin dan 50 persen hanya menggunakannya untuk mengurangi bau mulut. Meskipun demikian, 80 persen partisipan telah menyadari pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, serta 70 persen mengetahui bahwa obat kumur dapat dibuat dari bahan alami. Minat terhadap pengembangan obat kumur alami berbahan TOGA tergolong tinggi, dengan 60 persen partisipan menyatakan sangat tertarik dan 40 persen tertarik. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa intervensi berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan kesadaran dan minat terhadap praktik kebersihan mulut alami. Oleh karena itu, obat kumur alami berbasis TOGA berpotensi menjadi strategi promosi kesehatan gigi dan mulut yang berkelanjutan dan relevan secara kultural.