Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Gambaran Kemandirian Personal Hygiene Anak Tunagrahita Klasifikasi Sedang di SLB Gema Insani Padang Widia Violana Putri; Murisal; Fadhilah
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): February : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i1.1032

Abstract

Anak tunagrahita merupakan anak yang mengalami gangguan perkembangan intelektual yang dapat mempengaruhi perkembangan anak mulai dari kemampuan belajar, komunikasi dan interaksi dengan lingkungan termasuk perkembangan kemandiriannya. Kemandirian personal hygiene adalah salah satu bentuk kemandirian yang di ajarkan kepada anak saat usia prasekolah. Namun berbeda dengan anak tunagrahita yang merupakan anak yang memiliki intelektual dibawah rata-rata sehingga menyebabkan terhambatnya seluruh tahap perkembangannya termasuk perkembangan kemandiriannya sehingga tetap membutuhkan bantuan hingga usia dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran kemandirian personal hygiene anak tunagrahita sedang di SLB Gema Insani Padang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan dua orang guru sebagai informan utama. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis dari Miles dan Huberman yang terdiri dari empat tahapan; pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemandirian personal hygiene anak tunagrahita sedang sangat dipengaruhi oleh jenjang pendidikan dan fase perkembangan. Terdapat perbedaan signifikan antara siswa SMP SMA dengan siswa SD dalam memahami urutan aktivitas kebersihan diri. Upaya peningkatan kemandirian dilakukan oleh guru melalui Program Khusus (Progsus) dengan metode modelling, praktik langsung, serta penggunaan media visual seperti video animasi. Keberhasilan kemandirian juga sangat bergantung pada kerjasama antara guru dan orang tua melalui komunikasi intensif via buku catatan khusus dan aplikasi pesan singkat. Namun, hambatan yang ditemukan meliputi keterbatasan intelektual anak, kurangnya kesabaran orang tua yang cenderung membantu anak agar pekerjaan cepat selesai, serta faktor ekonomi keluarga yang membatasi waktu pendampingan di rumah.