Gabriella Aula
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. S Usia 25 Tahun G2P1A0 di PMB Nur Ika Sari Desa Lebak, Kec. Bringin, Kab. Semarang Tahun 2025 Gabriella Aula; Kartika Sari
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care in midwifery is a series of continuous and comprehensive service activities starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns and family planning services that connect the health needs of women in particular and the personal circumstances of each individual. Continuity of care is a therapeutic relationship between women and health workers, particularly midwives, in allocating comprehensive services and knowledge. In this care, the author used a descriptive research method, collecting data through interviews, observation, physical examinations, and supporting examinations. This study began on September 27, 2025, and ended on November 30, 2025. Midwifery care provided to Mrs. Yang lasted from pregnancy, childbirth, postpartum, neonate to family planning with a frequency of 2 pregnancy visits, 2 postpartum visits, 2 neonates, childbirth and family planning visits at PMB Nur Ika Sari. In Mrs. S, the patient's pregnancy process did not experience problems during TM I and TM II, in TM III complained of back pain so complementary therapy was carried out to treat back pain. In the delivery process Mrs. N experienced labor pain so the author provided complementary counterpressure therapy care. In the care of BBL By. Mrs. S, IMD was carried out, Vit K injections and eye ointments were given, one hour later HB 0 immunization was given. In postpartum midwifery care on the 1st day, the mother said that her breast milk had come out a little, but was still confused about how to breastfeed properly so the author provided midwifery care by providing IEC breastfeeding techniques and on the 3rd day, complementary postpartum care was carried out, namely oxytocin massage. In providing midwifery care, KB mothers have been given counseling and decided to use 3-month injection KB at PMB Nur Ika Sari. Continuity of care continues to apply midwifery management, maintain and improve competence in providing care according to midwifery service standards. This research emphasizes the importance of midwives' role in providing comprehensive and continuous midwifery services. Midwives and clients are expected to implement the care provided during prenatal, postpartum, and newborn visits to provide health and educational benefits to both mothers and babies.   Abstrak Continuity  of  care  dalam  kebidanan  adalah serangkaian kegiatan pelayanan yang berkelanjutan dan menyeluruh mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru  lahir  serta  pelayanan  keluarga  berencana yang menghubungkan kebutuhan   kesehatan   perempuan khususnya  dan  keadaan  pribadi  setiap  individu.  Hubungan pelayanan kontinuitas adalah hubungan terapeutik antara perempuan dan petugas Kesehatan khususnya bidan dalam mengalokasikan pelayanan serta pengetahuan secara komprehensif. Dalam asuhan ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif teknik pengumpulan data yaitu melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan   penunjang. Penelitian ini dimulai sejak tanggal 27 September 2025 sampai dengan 30 November 2025. Asuhan kebidanan yang diberikan pada Ny. S yang berlangsung dari masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus sampai KB dengan frekuensi kunjungan hamil sebanyak 3 kali, nifas 3 kali, neonatus 3 kali, persalinan dan KB dilakukan di PMB Nur Ika Sari. Pada Ny. S Proses kehamilan pasien tidak mengalami masalah selama TM I dan TM II, pada TM III  mengeluh nyeri pinggang maka dilakukan komplementer untuk menangani nyeri pinggang.  Pada proses persalinan Ny. N mengalami nyeri persalinan sehingga penulis memberikan asuhan terapi komplementer counterperesure. Pada asuhan  BBL By. Ny. S dilakukan IMD, Pemberian injeksi Vit K dan Salep mata, Satu jam setelahnya dilakukan pemberian imunisasi HB 0. Pada asuhan kebidanan masa nifas hari  ke  1  ibu  mengatakan  ASI  sudah keluar sedikit, tetapi masih bingung untuk cara menyusi yang benar  sehingga penulis   memberikan   asuhan   kebidanan   dengan memberikan  KIE  Teknik menyusui dan pada hari ke 3 dilakukan asuhan komplementer nifas yaitu pijat oksitosin. Dalam memberikan asuhan kebidanan KB ibu telah diberikan   konseling   dan   memutuskan   untuk menggunakan  KB suntik 3 bulan di  PMB Nur Ika Sari. Asuhan  kebidanan  berkelanjutan  (continuity  of  care) selanjutnya  selalu  menerapkan  manajemen  kebidanan, mempertahankan  dan  meningkatkan  kompetensi  dalam memberikan asuhan sesuai standar pelayanan kebidanan. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran bidan dalam memberikan pelayanan kebidanan secara komprehensif dan berkesinambungan. Bagi  bidan  dan  klien  diharapkan  agar  bisa  menerapkan asuhan  yang  telah  diberikan  selama  kunjungan  hamil, nifas,   bayi   baru   lahir   dan   neonatus   sehingga   dapat memberikan  manfaat  kesehatan  dan  pengetahuan  pada ibu dan bayi.
Edukasi Pemberian Makanan Gizi Seimbang sebagai Upaya Meningkatkan Napsu Makan pada Balita di Desa Sendang Kecamatan Bringin Nova Fitria Salsabila; Gabriella Aula
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Community is a social group that lives together in a certain area, interacts based on the prevailing value system and customs, and has a shared identity and sense of attachment. Community midwifery services are a form of intervention carried out by midwives in order to identify and resolve health problems experienced by mothers and toddlers at the family and community levels. The general objective of community midwifery is that midwives are able to improve community welfare, especially the health of mothers and children within the scope of the work area, so that the ultimate goal is that the community is able to solve its problems independently. Based on the results of the study carried out on from November 24, 2025 to December 13, 2025 in Sendang Village, Bringin District, data was obtained, namely the number of pregnant women was 2 people, the number of postpartum mothers was 2 people, the number of toddlers was 30 children, the number of teenagers was 36 people. The data obtained showed that there were problems in each group. The method used in Community midwifery care activities were carried out in Sendang Village, Bringin District, Semarang Regency, from November 24, 2025 to December 13, 2025. Data collection was carried out by students through interview and observation methods to obtain a comprehensive picture of the target's health conditions. The stages of implementing community care include the process of assessing and analyzing data, formulating and determining problem priorities, preparing intervention plans, implementing programs and evaluating. Evaluation of community practice activities in Sendang Village, Bringin District, Semarang Regency. The evaluation of community practice in Sendang Village, Bringin District, Semarang Regency is that the implementation is running well according to the planning that has been mad. Such as preparing a balanced daily menu, providing food according to the age and portion of toddlers, utilizing local food ingredients, etc. Some inputs that can be considered include: there are still parents who have not implemented optimal food variations and tend to provide the same menu every day, consistency in bringing toddlers to the integrated health post (posyandu) for growth monitoring still needs to be improved, and some suggestions that can be given are, providing further assistance, providing examples of simple menus, and strengthening the role of integrated health post (posyandu) cadres.   Abstrak Komunitas merupakan suatu kelompok sosial yang hidup bersama dalam suatu wilayah tertentu, berinteraksi berdasarkan sistem nilai dan adat istiadat yang berlaku, serta memiliki identitas dan rasa keterikatan bersama.Pelayanan kebidanan komunitas merupakan bentuk intervensi yang dilakukan oleh bidan dalam rangka mengidentifikasi dan menyelesaikan permasalahan kesehatan yang dialami oleh ibu dan anak balita di tingkat keluarga maupun komunitas. Tujuan umum kebidanan komunitas yaitu bidan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya kesehatan ibu dan anak yang ada dalam cakupan wilayah kerja, sehingga tujuan akhir bahwa masyarakat mampu memecahkan masalahnya secara mandiri. Berdasarkan hasil pengkajian yang dilaksanakan pada tanggal 24 November 2025 sampai 13 Desember 2025 di Desa Sendang Kecamatan Bringin, diperoleh data yaitu jumlah ibu hamil 2 orang, jumlah ibu nifas 2 orang, jumlah balita 30 anak, jumlah remaja 36 orang. Data yang diperoleh menunjukan terdapat masalah pada tiap kelompok. Metode yang digunakan dalam Kegiatan asuhan kebidanan komunitas dilaksanakan di di Desa Sendang Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, dalam kurun waktu 24 November 2025 sampai 13 Desember 2025. Pengumpulan data dilakukan mahasiswa melalui metode wawancara dan observasi untuk memperoleh gambaran kondisi kesehatan sasaran secara komprehensif. Tahapan pelaksanaan asuhan komunitas mencakup proses pengkajian dan analisis data, perumusan serta penentuan prioritas masalah, penyusunan rencana intervensi, implementasi program dan evaluasi. Evaluasi kegiatan praktek komunitas di Desa Sendang, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang. Evaluasi dari praktik komunitas di Desa Sendang, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang ialah implentasi berjalan dengan baik sesui dengan perencanaan yang telah dibuat. Seperti penyusunan menu harian seimbang, pemberian makan sesuai usia dan porsi balita, pemanfaatan bahan pangan lokal,dll. Beberapa masukan yang dapat diperhatikan antara lain : masih terdapat orang tua yang belum menerapkan variasi makanan secara optimal dan cenderung memberikan menu yang sama setiap hari, konsistensi dalam membawa balita ke posyandu untuk pemantauan pertumbuhan masih perlu ditingkatkan, dan beberapa saran yang dapat diberikan yaitu , melakukan pendampingan lanjut, penyediaan contoh menu sederhana, dan penguatan peran kader posyandu.