Tarmi
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Asuhan Kebidanan pada Ny. D Usia 30 Tahun G3P2A0 Usia Kehamilan 20 Minggu di Wilayah Kerja Puskesmas Kaliwungu Kecamatan Kaliwungu Tarmi; Christiani, Ninik
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) remain essential indicators of a nation’s health status. In Indonesia, the MMR in 2022 was recorded at 207 per 100,000 live births, still above the Strategic Plan target of 190 per 100,000 live births. The leading causes of maternal death include hemorrhage, preeclampsia/eclampsia, infection, prolonged labor, and postpartum complications, while infant mortality is primarily caused by prematurity, asphyxia, infection, and congenital abnormalities. Efforts to reduce MMR and IMR are carried out through the Safe Motherhood program and the implementation of Continuity of Care (CoC), which provides comprehensive and continuous midwifery services from pregnancy, childbirth, postpartum care, newborn care, and family planning. This comprehensive care aims to detect risks early, prevent complications, and improve maternal and neonatal health outcomes. This study used a descriptive case study approach involving Mrs. D, a 30-year-old woman, G3P2A0, who received comprehensive midwifery care at Kaliwungu Health Center. The care provided included antenatal care during the second and third trimesters, labor monitoring using the 60 essential steps of APN, postpartum care, newborn care, and family planning services. Complementary care such as prenatal yoga education and oxytocin massage was also provided according to the client's needs. The pregnancy, labor, postpartum period, newborn care, and family planning services all proceeded physiologically without complications. The mother demonstrated a good understanding of pregnancy danger signs, childbirth preparation, postpartum self-care, exclusive breastfeeding, and newborn care. The oxytocin massage contributed to increased breast milk production, and the newborn showed good adaptation. The mother successfully chose an appropriate postpartum contraceptive method after counseling. Conclusion: The implementation of comprehensive Continuity of Care (CoC) midwifery services was effective in early risk identification, enhancing maternal knowledge, and supporting optimal maternal and neonatal health outcomes. Complementary care, such as oxytocin massage, provided additional benefits by improving breastfeeding outcomes and maternal comfort. The implementation of CoC should continue as a key strategy in reducing MMR and IMR, and improving the quality of midwifery services in Indonesia.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi indikator utama dalam menilai kualitas kesehatan suatu negara. Di Indonesia, AKI pada tahun 2022 tercatat sebesar 207 per 100.000 kelahiran hidup, yang masih melebihi target Renstra sebesar 190 per 100.000 kelahiran hidup. Penyebab utama kematian ibu meliputi perdarahan, preeklamsia/eklamsia, infeksi, partus lama, dan komplikasi nifas, sedangkan kematian bayi umumnya disebabkan oleh prematuritas, asfiksia, infeksi, dan kelainan bawaan. Upaya penurunan AKI dan AKB dilakukan melalui program Safe Motherhood dan penerapan Continuity of Care (CoC), yang menyediakan pelayanan kebidanan komprehensif dan berkesinambungan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga keluarga berencana. Pelayanan ini bertujuan untuk mendeteksi risiko dini, mencegah komplikasi, dan meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan bayi. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif yang melibatkan Ny. D, seorang ibu berusia 30 tahun, G3P2A0, yang mendapatkan asuhan kebidanan komprehensif di Puskesmas Kaliwungu. Asuhan yang diberikan mencakup pemeriksaan antenatal pada trimester II dan III, pemantauan persalinan menggunakan 60 langkah APN, perawatan nifas, perawatan bayi baru lahir, serta pelayanan keluarga berencana. Selain itu, asuhan komplementer seperti edukasi prenatal yoga dan pijat oksitosin juga diberikan untuk meningkatkan kenyamanan dan hasil kesehatan ibu dan bayi. Hasil: Seluruh proses kehamilan, persalinan, masa nifas, perawatan bayi baru lahir, dan pelayanan keluarga berencana berlangsung fisiologis tanpa komplikasi. Ibu memiliki pemahaman yang baik mengenai tanda bahaya kehamilan, persiapan persalinan, perawatan diri masa nifas, pemberian ASI eksklusif, dan perawatan bayi. Pijat oksitosin yang diberikan terbukti meningkatkan produksi ASI ibu, dan bayi menunjukkan adaptasi yang baik. Ibu juga berhasil memilih metode kontrasepsi KB suntik setelah mendapatkan konseling yang memadai. Penerapan asuhan kebidanan Continuity of Care (CoC) secara komprehensif efektif dalam mendeteksi risiko dini, meningkatkan pengetahuan ibu, dan mendukung kesehatan maternal serta neonatal. Asuhan komplementer seperti pijat oksitosin memberikan manfaat tambahan dengan meningkatkan kenyamanan ibu dan produksi ASI. Oleh karena itu, implementasi CoC harus terus diperkuat untuk mencapai penurunan AKI dan AKB, serta meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan di Indonesia.