Zulika Lukita Sari
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Remaja, Ibu Hamil dan Balita Melalui Asuhan Kebidanan Komunitas sebagai Upaya Meningkatkan Status Kesehatan Masyarakat Farida Fatimatuz Zahro; Zulika Lukita Sari; Christiani, Ninik
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Community midwifery is one of the efforts undertaken to solve health problems in the scope of mothers, infants, children and adolescents within the family and community. Community midwifery care is a series of midwifery services provided to individuals, families, and groups in the community to improve the health of mothers and children (newborns, toddlers and adolescents), prevent disease, and provide comprehensive care from pregnancy to family planning. Meanwhile, community midwifery practice is an effort undertaken to solve health problems of mothers and toddlers by involving families as partners in the planning, implementation and evaluation of midwifery services, and ensuring the affordability of health services needed by families in the community. In its implementation, community midwifery practice activities can stimulate community participation, so that the community can address their health problems and find alternative solutions together with students. The implementation method used in this community service is health counseling provided to three target groups: adolescents, toddlers and pregnant women. However, the priority issues at the Warasari 3 Integrated Health Post (Posyandu) in Leyangan Village, Semarang Regency, are a lack of knowledge about healthy lifestyles, anemia in adolescents, and non-pharmacological management to reduce dysmenorrhea. The outreach program was held on November 1, 2025, and was attended by 12 adolescents. After this community activity was carried out, there was an increase in knowledge and skills in the community, especially teenagers, regarding healthy lifestyles, anemia in teenagers, yoga and acupressure to reduce dysmenorrhea..   Abstrak Kebidanan komunitas adalah salah satu upaya yang dilakukan untuk pemecahan terhadap suatu masalah kesehatan di ruang lingkup ibu, bayi, anak dan remaja di dalam keluarga dan masyarakat. Asuhan kebidanan komunitas merupakan serangkaian pelayanan kebidanan yang diberikan kepada individu, keluarga, dan kelompok dalam masyarakat untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak (bayi baru lahir, balita dan remaja), mencegah penyakit, serta memberikan perawatan komprehensif mulai dari kehamilan hingga keluarga berencana. Sedangkan praktik kebidanan komunitas adalah upaya yang dilakukan untuk pemecahan terhadap masalah kesehatan ibu dan balita dengan melibatkan keluarga sebagai mitra perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pelayanan kebidanan, serta menjamin keterjangkauan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan dalam keluarga di masyarakat. Pada pelaksanaannya, kegiatan praktik kebidanan komunitas dapat membangkitkan peran serta masyarakat, sehingga masyarakat dapat menangani masalah kesehatannya dan mencari alternatif pemecahan masalah bersama mahasiswa. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah penyuluhan kesehatan yang diberikan pada 3 kelompok sasaran yaitu remaja, balita dan ibu hamil. Namun prioritas masalah di Posyandu Warasari 3 Desa Leyangan Kabupaten Semarang yakni kurangnya pengetahuan tentang pola hidup sehat, anemia pada remaja dan tatalaksana non farmakologi untuk mengurangi nyeri menstruasi (dismenore). Pelaksanaan pada 1 November 2025. Peserta kegiatan penyuluhan ini berjumlah 12 remaja. Setelah kegiatan komunitas ini dilakukan, terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan di masyarakat, khususnya remaja, mengenai pola hidup sehat, anemia pada remaja, yoga dan akupresur untuk mengurangi dismenore.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. PSB G1P0A0 dengan Ketuban Pecah Dini di RSU Banyumanik 2 Semarang Zulika Lukita Sari; Christiani, Ninik
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of Care (CoC) in midwifery is a continuous and integrated health service, particularly in midwifery care, which ensures patients receive comprehensive and integrated care from early pregnancy, childbirth, postpartum, newborn care, and family planning programs. Providing continuous midwifery care (CoC) aims to build a trusting relationship between patients and healthcare professionals, allowing optimal monitoring of patients' conditions, early detection of problems and complications, improving well-being, and reducing maternal and infant mortality rates. This study used a case study method with a midwifery management approach and documented the care in the form of SOAP (Subjective, Objective, Analysis, Management). Data were collected through interviews, physical examinations, and observations in monitoring the development of the condition of the mother and baby. This study began from May 16, 2025 to November 19, 2025. Midwifery care provided to Mrs. PSB from pregnancy, childbirth, postpartum, neonate to family planning with a frequency of 10 pregnancy visits, 4 postpartum visits, and 3 neonatal visits. In the second trimester of pregnancy there were no complaints during ANC visits, while during the third trimester ANC visits complained of back pain. To address these complaints, acupressure therapy was administered. During labor, Mrs. PSB experienced premature rupture of membranes, uterine inertia, and labor pain, so she was given antibiotics, uterotonics, and complementary therapies (acupressure and counter pressure). After 7 hours of in-partum observation, the baby was born vaginally. The postpartum period was normal, there was no bleeding, uterine contractions were good, vaginal discharge was within normal limits, there was a second-degree perineal tear, and breast milk was released. The newborn's anthropometric examination results were within normal limits. Mrs. PSB decided to use condoms and the lactational amenorrhea method as contraception. Abstrak Continuity of Care (CoC) dalam kebidanan adalah pelayanan kesehatan yang berkelanjutan dan terintegrasi, terutama dalam asuhan kebidanan, yang memastikan pasien menerima perawatan yang komprehensif dan terpadu mulai dari awal kehamilan, persalinan, nifas, perawatan bayi baru lahir, hingga program keluarga berencana. Pemberian asuhan kebidanan yang berkelanjutan (CoC) bertujuan untuk membangun hubungan yang terpercaya antara pasien dan tenaga kesehatan, sehingga dapat memantau kondisi pasien secara optimal, mendeteksi masalah dan komplikasi sedini mungkin, meningkatkan kesejahteraan dan menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan manajemen kebidanan dan mendokumentasikan asuhan tersebut dalam bentuk SOAP (Subjektif, Objektif, Analisis, Penatalaksanaan). Data dikumpulkan melalui wawancara, pemeriksaan fisik, dan observasi dalam memantau perkembangan kondisi ibu dan bayi. Penelitian ini dimulai sejak 16 Mei 2025 sampai dengan 19 November 2025. Asuhan kebidanan yang diberikan pada Ny. PSB sejak dari masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus sampai dengan KB dengan frekuensi kunjungan hamil sebanyak 10 kali, nifas 4 kali, dan neonatus 3 kali. Pada kehamilan trimester II tidak ada keluhan saat kunjungan ANC, sedangkan pada kunjungan ANC trimester III mengeluh nyeri punggung. Untuk menangani keluhan tersebut, maka diberikan terapi akupresur. Pada proses persalinan Ny. PSB mengalami ketuban pecah dini, inersia uteri, dan nyeri persalinan sehingga diberikan antibiotik, uterotonika dan terapi komplementer (akupresur dan counter pressure). Setelah dilakukan observasi inpartu selama 7 jam, bayi lahir pervaginam. Masa nifas berlangsung normal tidak ada pendarahan, kontraksi uterus baik, pengeluaran pervaginam dalam batas normal, robekan perineum derajat 2 dan ASI sudah keluar. Pada bayi baru lahir, hasil pemeriksaan antropometri dalam batas normal. Ny. PSB memutuskan menggunakan kontrasepsi kondom dan metode amenore laktasi.