Yulianti, Nuraini
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Pijat Akupresur untuk Mengurangi Nyeri Haid pada Remaja Putri di SMPN 2 Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara Yulianti, Nuraini; Maryani; Salafas, Eti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data from WHO obtained an incidence of 1,769,425 people (90%) of women who experience dysmenorrhea, 10%-15% of whom experience severe dysmenorrhea. Dysmenorrhea is pain before or during menstruation, occurring on the first day to several days of menstruation. Dysmenorrhea can have various unfavorable impacts on adolescent girls. These impacts include disrupted activities, limited physical activity, social isolation, poor concentration, absenteeism in the teaching and learning process at school and class, loss of concentration at school, inability to do homework, limitations in sports activities, limitations to go out with friends. Acupressure is the science of healing by doing massage at certain points, this science comes from China which has existed for more than 500 years. Community service is carried out in 3 stages, namely: Stage 1 Selection of adolescent girls who are willing to get acupressure massage to reduce pain. Stage 2: Conducting socialization and giving acupressure massage to reduce pain during dysmenorrhea. This community service activity was attended by 15 respondents consisting of 7th, 8th, and 9th grade students of SMPN 2 Penajam. From the results of univariate analysis before being given counseling to 15 respondents, 3 (20%) respondents had a sufficient level of knowledge and 12 (80%) respondents had a lack of knowledge and after counseling the results obtained from 15 respondents there were 15 (100%) respondents had a good level of knowledge. From the results obtained after counseling there is an increase in respondents' knowledge of the material provided.   Abstrak Data dari WHO didapatkan kejadian sebesar 1.769.425 jiwa (90%) wanita yang mengalami dismenore, 10%-15% diantaranya mengalami dismenore berat. Dismenore adalah nyeri sebelum atau selama menstruasi, terjadi pada hari pertama sampai beberapa hari masa menstruasi. Dismenore dapat memberikan berbagai dampak yang kurang baik bagi remaja putri. Dampak tersebut meliputi aktivitas yang terganggu, keterbatasan aktivitas fisik, isolasi sosial, konsentrasi yang buruk, ketidakhadiran dalam proses belajar mengajar di sekolah dan kelas, kehilangan konsentrasi di sekolah, ketidakmampuan untuk pekerjaan rumah, keterbatasan dalam aktivitas olahraga, keterbatasan untuk keluar dengan teman. Akupresure merupakan ilmu penyembuhan dengan cara melakukan pijat pada titik - titik tertentu, ilmu ini berasal dari Tionghoa yang suda ada sejak lebih dari 500 tahun yang lalu. Pengabdian masyarakat dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu : Tahap 1 Pemilihan remaja putri yang bersedia mendapatkan pijat akupresure untuk mengurangi nyeri. Tahap 2 : Melakukan sosialisasi dan pemberian pijat akupresure untuk mengurangi nyeri pada saat dismenore. Kegiatan pengabdian Masyarakat ini di ikuti 15 orang responden yang terdiri dari siswi kelas 7,8,dan 9 SMPN 2 Penajam. Dari hasil analisis univariat sebelum diberikan penyuluhan terhadap 15 responden terdapat 3 anak (20%) responden memiliki tingkat pengetahuan cukup dan 12 anak (80%) responden memiliki tingkat pengetahuan kurang dan sesudah dilakukan penyuluhan didapatkan hasil dari responden ada 15 anak (100%) responden memiliki tingkat pengetahuan baik. Dari hasil yang didapatkan setelah dilakukan penyuluhan terdapat peningkatan pengetahuan respondenterhadap materi yang diberikan.