Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun sistem pakar berbasis Android untuk mendiagnosis gangguan tumbuh kembang balita pada Posyandu di Desa Tete Uri, Kecamatan Sabbang Selatan, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Masalah utama yang dihadapi Posyandu di wilayah tersebut adalah pemantauan perkembangan balita yang masih dilakukan secara manual menggunakan buku catatan, serta ketergantungan pada pengalaman subjektif kader yang tidak memiliki latar belakang medis memadai, sehingga berpotensi menyebabkan keterlambatan identifikasi gangguan perkembangan. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan pendekatan waterfall yang terdiri dari lima tahapan: requirement analysis, design, implementation, testing, dan maintenance. Sistem pakar dikembangkan menggunakan framework Flutter dengan bahasa pemrograman Dart dan database Firebase, menerapkan metode forward chaining untuk menalar gejala yang dimasukkan pengguna menjadi diagnosis gangguan tumbuh kembang. Pengujian dilakukan menggunakan metode black box testing serta validasi oleh ahli media dan ahli materi. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi berhasil dikembangkan dengan fitur diagnosa, informasi gangguan, riwayat diagnosa, dan rekomendasi penanganan. Validasi ahli media memberikan skor rata-rata 4,9 (Sangat Baik) dan ahli materi 4,5 (Sangat Baik). Pengujian responden menghasilkan persentase kelayakan 84% yang termasuk kategori "Sangat Baik". Dengan demikian, sistem pakar ini layak digunakan sebagai solusi praktis untuk membantu kader Posyandu dan orang tua dalam mengidentifikasi dini gangguan tumbuh kembang balita secara cepat, akurat, dan terstruktur..