Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Ibu PKK Desa Bungbaruh dalam Promosi KB Lestari sebagai Model Intervensi Menekan Angka Unmet Need di Pamekasan Fatmawati, Sri Wahyuni; Maimunah, Siti; Febriyanti, Lidia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 3 (2026): Bulan Februari
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i3.1086

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini di latar belakangi oleh tantangan serius berupa tingginya angka Unmet Need (kebutuhan ber-KB yang tidak terlayani) di Kabupaten Pamekasan, di mana data tahun 2025 menunjukkan bahwa jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) yang tidak terlayani konsisten berada di angka ribuan, mulai dari 6.060 orang pada Januari hingga mencapai 5.074 orang pada September. Guna menekan angka tersebut, solusi yang ditawarkan berfokus pada Pemberdayaan Ibu PKK di Desa Bungbaruh sebagai motivator KB Lestari. Kegiatan ini dilaksanakan melalui metode penyuluhan yang melibatkan total 40 peserta termasuk 36 Ibu PKK, 2 Bidan Desa, dan aparat desa. Melalui penyuluhan ini, terjadi peningkatan pengetahuan dan motivasi Ibu PKK mengenai KB Lestari, menjadikan mereka agen KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) yang efektif. Peningkatan kapasitas ini diharapkan dapat menjembatani kesenjangan informasi, secara langsung mendukung promosi KB Lestari, dan berkontribusi nyata dalam menurunkan angka Unmet Need di wilayah Pamekasan.
“Mama Papua Berencana”: Women’s Empowerment Toward Healthy and Quality Families Utami, Novila Hardiana; Pabidang, Siswanto; Febriyanti, Lidia
Karya Kesehatan Siwalima Vol. 5 No. 1 (2026): March-August
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v5i1.1867

Abstract

The low participation of indigenous Papuan mothers in Family Planning (FP) programs remains a significant public health concern, influenced by cultural factors, limited health literacy, and restricted access to information. The perception that having many children symbolizes family strength leads some communities to view FP programs as a form of limiting reproduction that conflicts with traditional values. This community service initiative aims to improve the knowledge, attitudes, and perceptions of indigenous Papuan mothers regarding the importance of family planning through culturally grounded health education. The methods employed included interactive counseling sessions, myth clarification discussions, administration of pretest–posttest questionnaires, and the distribution of educational booklets. The activity was conducted among 30 women of reproductive age (WRA) in Doyo Baru Village, Jayapura Regency. The results demonstrated significant improvements in knowledge (p = 0.000), attitudes (p = 0.000), and perceptions (p < 0.001) following the intervention. The proportion of participants with good knowledge increased from 26.7% to 86.7%, positive attitudes increased to 100%, and positive perceptions rose to 90%. This initiative proved effective in enhancing mothers’ readiness to consider the use of modern contraceptives through a contextual and participatory educational approach. It is recommended that similar programs be implemented sustainably, involving community health cadres and local leaders to strengthen social support for FP programs.