Keadaan darurat dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Tenaga kesehatan bertanggung jawab untuk merespon dengan cepat dan tepat ketika situasi muncul meskipun terjadi di lokasi yang sulit dijangkau. Dalam kondisi ini, keterlibatan masyarakat sangat penting untuk membantu korban sebelum tenaga medis tiba karena dapat meningkatkan kemungkinan korban untuk bertahan hidup. Perkembangan transportasi dan meningkatnya kepadatan arus lalu lints berhubungan dengan tingkat kecelakaan yang sering menyebabkan cedera seperti patah tulang akibat trauma. Di Indonesia, kecelakaan lalu lintas terus meningkat yang menyebabkan banyak kasus patah tulang terutama pada ekstremitas bawah. Data Kemenkes RI 2023 menunjukkan kasus patah tulang mencapai 5,8% dari korban kecelakaan, dengan konsekuensi berat seperti kecacatan dan kematian. Keadaan darurat kerap juga terjadi di sekolah, yang sering menyebabkan cedera pada sistem muskuloskeletal. Balut bidai dan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) diperlukan untuk menstabilkan cedera dan mencegah komplikasi lebih lanjut. Kurangnya pengetahuan di kalangan masyarakat, termasuk siswa, dapat memperburuk situasi. Oleh karena itu, diperlukannya pelatihan bagi siswa untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan mengenai balut bidai, dan P3K. Pelatihan dilakukan di SMA Full English Secondary (FES) Jubilee School, dimana belum pernahnya dilakukan pelatihan pada sekolah tersebut, yang sekiranya dapat bermanfaat untuk para siswanya.