Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Inovasi Model Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (Studi Model Mind Mapping dan Jigsaw) Herina Yanti
Al-Kahfi: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 8 No. 1 (2022): January
Publisher : STAI YAPTIP Simpang Empat Pasaman Barat Indonesia in collaboration with International Islamic Studies Development and Research Center (IISDRC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/al-kahfi.v7i1.5

Abstract

Keberhasilan guru dalam mengajar dapat dilihat dari motivasi dan hasil belajar siswa yang meningkat. Adapun strategi yang digunakan guru pendidikan agama Islam adalah strategi mind mapping dan  jigsaw. Strategi ini telah mampu memberikan solusi dalam membantu peserta didik untuk menguasai materi pelajaran serta membimbing peserta didik tidak hanya mampu memahami konsep materi pelajaran, tapi juga membimbing peserta didik untuk berfikir, melatih peserta didik memahami materi secara efektif dan efisien, mengajarkan cara berdebat yang baik, membimbing peserta didik agar menghargai teman, mendidik peserta didik agar saling berbagi dengan teman dalam mengajarkan materi pelajaran.
Impementasi Pendidikan Nilai-Nilai Karakter di Sekolah Herina Yanti
Al-Kahfi: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 7 No. 1 (2021): January
Publisher : STAI YAPTIP Simpang Empat Pasaman Barat Indonesia in collaboration with International Islamic Studies Development and Research Center (IISDRC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/al-kahfi.v6i1.35

Abstract

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) Bab II pasal 3 dinyatakan bahwa “Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Tujuan pendidikan nasional tersebut tampak ideal dan jika dapat diwujudkan, maka akan dihasilkan manusia yang utuh, sempurna, terbina seluruh potensi jasmani, intelektual, emosional, sosial dan sebagainya. Sehingga ia dapat diserahkan tanggung jawab untuk mengemban tugas baik yang berkenaan dengan kepentingan pribadi, masyarakat dan bangsa. Namun dalam praktik, ternyata tujuan pendidikan nasional belum sepenuhnya tercapai. Hal itu mengakibatkan lulusan yang dihasilkan belum mencerminkan perilaku-perilaku yang diharapkan oleh tujuan nasional tersebut.