Pendahuluan: Radikal bebas merupakan molekul reaktif yang dapat memicu stres oksidatif dan berkontribusi terhadap perkembangan berbagai penyakit degeneratif. Antioksidan berperan penting dalam menetralisir radikal bebas, sehingga pencarian sumber antioksidan alami terus dikembangkan. Biji kedelai (Glycine max) diketahui mengandung senyawa bioaktif seperti fenolik, flavonoid, dan isoflavon yang berpotensi sebagai antioksidan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antiradikal bebas fraksi larut etil asetat dari ekstrak etanol biji kedelai menggunakan metode DPPH. Metode: Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian dilanjutkan dengan fraksinasi padat–cair menggunakan etil asetat untuk memperoleh fraksi semi-polar. Uji aktivitas antiradikal bebas dilakukan terhadap fraksi etil asetat pada konsentrasi 50, 100, 200, dan 400 mg/L. Pengukuran absorbansi dilakukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 517 nm, dan nilai IC₅₀ ditentukan berdasarkan hubungan antara konsentrasi dan persentase peredaman DPPH. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi larut etil asetat ekstrak etanol biji kedelai memiliki aktivitas antiradikal bebas yang meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi, dengan nilai IC₅₀ sebesar 286 ± 6 mg/L, yang tergolong sebagai antioksidan lemah. Meskipun aktivitasnya relatif rendah, fraksi etil asetat biji kedelai tetap berpotensi sebagai sumber antioksidan alami dan memerlukan kajian lanjutan untuk pengembangan lebih lanjut. Kesimpulan: Fraksi larut etil asetat ekstrak etanol biji kedelai (Glycine max) memiliki aktivitas antiradikal bebas lemah dengan nilai IC₅₀ sebesar 286 ± 6 mg/L. Kata Kunci: Antioksidan alami, 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl, IC50