Desa Wonodadi dan Watukelir, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen merupakan wilayah dengan kerentanan geologi tinggi akibat keberadaan Formasi Kalipucang dan Gabon yang bersifat mudah lapuk dan larut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik dinamika permukaan menggunakan metode mikrotremor HVSR (Horizontal to Vertical Spectral Ratio) guna menentukan nilai frekuensi dominan (f₀), amplifikasi (A₀), serta indeks kerentanan seismik (Kg) sebagai dasar mitigasi bencana seismik. Data dikumpulkan dari sembilan titik pengukuran dan diolah menggunakan perangkat lunak Geopsy. Hasil menunjukkan bahwa nilai f₀ berkisar antara 0,83 hingga 13,25 Hz, dengan A₀ antara 1,29 hingga 5,41, dan Kg dari 0,12 hingga 10. Nilai A₀ tertinggi (5,41) dan Kg tertinggi (10) ditemukan di Titik T4 yang berada pada Formasi Gabon, diduga akibat pelapukan intensif yang menyebabkan kontras impedansi tinggi terhadap batuan di bawahnya. Sebaliknya, nilai Kg terendah tercatat pada T9 (0,12) yang masih berada di Formasi Gabon, namun didominasi batuan padat yang belum terlapukkan. Sementara itu, Titik T1 dan T2 dalam Formasi Kalipucang menunjukkan nilai amplifikasi tinggi akibat struktur batugamping terumbu berpori tinggi yang mudah larut, memperbesar potensi resonansi lokal. Berdasarkan peta sebaran, daerah dengan nilai Kg tinggi berasosiasi dengan litologi lunak, pelapukan kuat, serta frekuensi rendah yang memperbesar risiko kerusakan bangunan akibat gempa. Hasil ini penting untuk dijadikan acuan awal dalam mitigasi bencana dan perencanaan tata ruang berbasis risiko geologi di wilayah Kebumen bagian selatan.