Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Journal of Authentic Research

Pernikahan Usia Anak Dan Kehidupan Sosial Ekonomi Keluarga Di Desa Sekongkang Bawah, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat Oktaviani, Sania; Suryanti, Novi; Utomo, Jepri
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/w3jqjj41

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor penyebab dan dampak pernikahan usia anak terhadap kehidupan sosial ekonomi keluarga di Desa Sekongkang Bawah, Kecamatan Sekongkang, Kabupaten Sumbawa Barat. Meskipun peraturan telah menetapkan batas usia minimal pernikahan, praktik pernikahan dini masih tinggi di wilayah pedesaan, sementara kajian yang menyoroti hubungan antara faktor budaya lokal dan kondisi sosial ekonomi masih terbatas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek utama terdiri atas 10 pasangan yang menikah di bawah usia 19 tahun dan lima informan pendukung, yaitu kepala desa, ketua RT, remaja desa, dan remaji. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama penyebab pernikahan usia anak meliputi pergaulan bebas, faktor orang tua, faktor individu, faktor kebiasaan/budaya. Dampaknya bersifat negatif terhadap kehidupan sosial ekonomi keluarga, ditandai dengan rendahnya pendidikan, keterbatasan pekerjaan, serta ketidaksiapan psikologis pasangan muda. Penelitian terdahulu lebih banyak membahas penyebab pernikahan usia anak, sedangkan dampaknya terhadap kesejahteraan sosial ekonomi keluarga di daerah pedesaan belum banyak diungkap secara mendalam. This study aims to determine the causes and impacts of child marriage on the socio-economic life of families in Sekongkang Bawah Village, Sekongkang District, West Sumbawa Regency. This study uses a qualitative approach with a case study method. Data collection techniques were carried out through interviews, observation, and documentation, while data analysis was carried out through the process of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that the factors causing child marriage in Sekongkang Bawah village include: (a) promiscuity, (b) individual factors, (c) parental factors, and (d) cultural or habitual factors. Meanwhile, the impact of child marriage on the socio-economic life of families is generally negative, especially implications for low levels of education, limited employment and income, and impaired health and psychological conditions of young couples. However, some individuals also experience positive impacts from child marriage, such as avoiding adultery, learning to become more mature individuals, and fostering a sense of responsibility towards partners and families.