Intracerebral hemorrhage (ICH) menjadi salah satu jenis stroke perdarahan dengan tingkat mortalitas yang terus meningkat sebesar 37% sejak tiga dekade terakhir. ICHidefinisikan sebagai cedera otak akibat ekstravasasi darah ke parenkim otak karena ruptur pembuluh darah otak. Mortalitas pasien ICH masih tinggi sehingga perlu diidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan mortalitas pasien ICH. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan volume dan lokasi perdarahan, GCS, dan nilai NLR dengan mortalitas pasien stroke ICH di RSD dr. Soebandi Jember. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Juli-Agustus 2024. Data diperoleh melalui data sekunder rekam medis. Terdapat 132 subjek penelitian yang memenuhi kriteria. Sebagian besar mortalitas terjadi pada pasien ICH dengan volume perdarahan ≥30ml (65,7%) dan GCS 3-4 (45,7%). Hasil analisis multivariat menunjukkan ada korelasi antara volume perdarahan (p = 0,001) dan skor GCS (p = 0,001) dengan mortalitas pasien stroke ICH. Pasien dengan volume perdarahan ≥30ml memiliki risiko 5 kali lebih besar (OR 5,762) terhadap mortalitas pasien stroke ICH, sedangkan pasien dengan skor GCS 3-4 mempunyai risiko hampir 4 kali lebih besar (OR 3,964). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara volume dan skor GCS saat pertama kali datang ke rumah sakit dengan mortalitas pasien stroke ICH di RSD dr. Soebandi Jember. Melalui hasil penelitian ini, diharapkan tim medis dapat memberikan perhatian khusus terhadap pasien ICH dengan volume perdarahan ≥30ml dan atau memiliki skor GCS yang rendah.