Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PELATIHAN KETERAMPILAN PRAGMATIS UNTUK PENGUATAN PERCAKAPAN SEHARI-HARI DALAM BAHASA INGGRIS DI SMA YAPIM TARUNA SEI ROTAN Sembiring, Antonius Wilson; Arman Bemby Sinaga; Maria Friska. N; Rara Nadia; Alice Nofelinda Damanik
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 1 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i1.6759

Abstract

Latar belakang: Masalah kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris pada siswa/i tingkat SMA menjadi persoalan bagi pengajar bahasa Inggris dan para siswa/i itu. Sehingga perlu pengajaran agar kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris dalam konteks bahasa sehari-hari dapat ditingkatkan. Kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris seringkali terhambat bukan karena kurangnya kosakata, melainkan kurangnya pemahaman tentang konteks sosial dan penggunaan bahasa yang tepat (pragmatik). Tujuan: tujuan utama dari kegiatan Pengabdian  ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris bagi siswa/i SMA melalui pelatihan keterampilan pragmatis dalam percakapan sehari-hari. Metode: Metode kegiatan Pengabdian ini dengan Communicative Language Teaching (CLT), role-play, analisis tindak tutur (speech acts), dan penggunaan ungkapan kesantunan dalam berbagai situasi sosial. Hasil: Teknik Communicative Language Teaching (CLT), role-play, analisis tindak tutur (speech acts), dan penggunaan ungkapan kesantunan dapat memacu siswa/i untuk lebih berani dan percaya diri untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Melalui kegiatan ini terjadi peningkatan signifikan dalam kepercayaan diri dan ketepatan penggunaan bahasa sesuai konteks, seperti saat meminta bantuan, memberi saran, atau menyanggah pendapat secara sopan. Kesimpulan: Kegiatan Pengabdian msyarakat ini sangat bermanfaat karena memberikan stimulus dan motivasi kepada para siswa/i SMA untuk berkomunikasai dalam Bahasa Inggris. Untuk itu, pengajaran bahasa Inggris di sekolah menengah perlu mengintegrasikan unsur pragmatik agar siswa tidak hanya fasih secara gramatikal, tetapi juga kompeten secara sosial.