Wiyasa, I Wayan vana
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

THE TRADITION OF MEGOAK-GOAKAN IN PANJI VILLAGE AS A CHARACTER BOOSTER BASED ON LOCAL WISDOM IN THE ERA OF GLOBALIZATION Wiyasa, I Wayan Vana; Budiarta, I Wayan
Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha Vol. 13 No. 1 (2025): Februari, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpku.v13i1.106478

Abstract

Seiring dengan kemajuan teknologi di era globalisasi, masuknya budaya asing ke Indonesia juga semakin pesat. Namun, masyarakat tetap perlu melestarikan kearifan budaya lokal dengan mempelajari dan menghayati budayanya sendiri. Salah satu warisan budaya di Bali adalah tradisi Megoak-goakan yang berasal dari Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng. Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada Ki Gusti Panji Sakti, Raja Buleleng, dan masih dilestarikan hingga saat ini dalam bentuk permainan tradisional yang diselenggarakan pada hari Ngembak Geni, sehari setelah Hari Raya Nyepi. Tradisi Megoak-goakan mengandung berbagai nilai budaya, seperti nilai religius, persatuan, sosial budaya, dan gotong royong. Nilai-nilai tersebut menumbuhkan karakter religius, gotong royong, nasionalisme, integritas, dan kemandirian dalam masyarakat. Implementasi tradisi ini dalam bentuk permainan tradisional juga dapat diterapkan di sekolah untuk menanamkan karakter positif pada siswa, maupun di masyarakat untuk meminimalisir perilaku negatif. Dengan demikian, terciptalah kehidupan sosial yang harmonis dan menjunjung tinggi persatuan. Dapat disimpulkan bahwa Megoak-goakan merupakan media penguatan karakter berbasis kearifan lokal yang relevan di tengah derasnya arus globalisasi..