Hubungan industrial yang produktif merupakan fondasi penting bagi keberlangsungan dan daya saing perusahaan. Dalam konteks ini, serikat pekerja dan manajemen memegang peranan strategis dalam membentuk iklim kerja yang harmonis, adil, dan berorientasi pada peningkatan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran serikat pekerja dan manajemen serta optimalisasinya sebagai determinan produktivitas hubungan industrial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori untuk menguji hubungan dan pengaruh peran kedua aktor tersebut terhadap produktivitas hubungan industrial. Data penelitian diperoleh melalui survei terhadap karyawan dan pihak manajemen pada perusahaan yang memiliki serikat pekerja aktif. Instrumen penelitian disusun berdasarkan indikator peran serikat pekerja, peran manajemen, dan produktivitas hubungan industrial, dengan menggunakan skala pengukuran Likert. Teknik analisis data dilakukan secara statistik untuk mengidentifikasi pengaruh masing-masing variabel serta hubungan simultan di antara variabel penelitian.Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran serikat pekerja dan manajemen secara signifikan berpengaruh terhadap produktivitas hubungan industrial. Optimalisasi peran serikat pekerja dalam memperjuangkan kepentingan karyawan secara konstruktif, disertai dengan peran manajemen yang responsif, transparan, dan partisipatif, terbukti mampu menciptakan hubungan industrial yang kondusif dan produktif. Sinergi antara serikat pekerja dan manajemen tidak hanya mengurangi potensi konflik, tetapi juga meningkatkan kepercayaan, komunikasi, dan komitmen kerja.