Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Kondisi ini disebabkan oleh kekurangan asupan gizi dalam jangka panjang dan berdampak pada pertumbuhan serta perkembangan kognitif anak. Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui edukasi gizi yang efektif dengan memanfaatkan media pembelajaran yang menarik dan mudah dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi pencegahan stunting menggunakan media booklet dan CTJ (Cerita Tanya Jawab) tentang Cegah Stunting dengan Serba Daun Kelor (CS Selor) dalam meningkatkan pengetahuan wanita usia subur (WUS) di Desa Pegadingan, Kabupaten Serang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain Pre-Eksperimental (One Group Pretest–Posttest Design). Sampel penelitian terdiri atas 38 WUS yang dibagi menjadi dua kelompok intervensi, yaitu media booklet dan media CTJ. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan yang telah divalidasi dan dianalisis menggunakan uji Mann–Whitney dengan taraf signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok booklet dan CTJ dengan nilai p = 0,003 (p 0,05). Nilai mean rank booklet (24,71) lebih tinggi dibandingkan CTJ (14,29), menunjukkan bahwa media booklet lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan responden. Booklet dinilai menarik secara visual, mudah dipahami, dan dapat dibaca berulang kali sehingga memperkuat daya ingat dan pemahaman. Kesimpulan: Media booklet terbukti lebih efektif dibandingkan CTJ dalam meningkatkan pengetahuan WUS tentang pencegahan stunting di Desa Pegadingan. Media booklet direkomendasikan untuk digunakan secara luas dalam kegiatan promosi kesehatan oleh bidan dan tenaga kesehatan masyarakat.