Mujahidin, Muhammad Wildan
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN SKIM PADA GRAIN KEFIR DARI LOKASI BERBEDA TERHADAP TOTAL KHAMIR DAN TOTAL ASAM TERTITRASI Mujahidin, Muhammad Wildan; Kentjonowaty, Inggit; Puspitarini, Oktavia Rahayu
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan susu skim pada grain kefir dari lokasi berbeda terhadap total khamir dan total asam tertitrasi (TAT). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Terpadu Universitas Islam Malang pada Juli–Desember 2025. Bahan yang digunakan meliputi susu sapi segar dan grain kefir yang berasal dari tiga lokasi berbeda, yaitu Malang (A1), Banyumas (A2), dan Tasikmalaya (A3). Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dua faktor, yaitu faktor A (asal grain kefir) dan faktor B (konsentrasi penambahan susu skim), yang terdiri atas B0 (0%), B1 (6%), dan B2 (8%), dengan tiga ulangan. Variabel yang diamati adalah total khamir dan total asam tertitrasi. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji BNT apabila terdapat pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asal grain kefir tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap total khamir, dengan nilai rata-rata berkisar antara 5,9 × 10⁹ hingga 1,1 × 10¹⁰ CFU/ml. Penambahan susu skim hingga 8% juga tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap total khamir, serta tidak terdapat interaksi antara kedua faktor tersebut. Sebaliknya, asal grain kefir berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap total asam tertitrasi. Grain kefir asal Banyumas (A2) menghasilkan nilai TAT tertinggi sebesar 0,92%, diikuti Malang (0,84%) dan Tasikmalaya (0,76%). Penambahan susu skim dan interaksi antara asal grain dan konsentrasi skim tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap nilai TAT, dengan kisaran nilai 0,83–0,85%, yang masih berada dalam standar mutu kefir segar menurut SNI (0,6–1,2%). Penelitian dapat disimpulkan bahwa karakteristik mikroba pada grain kefir dari lokasi berbeda lebih berperan dalam pembentukan total asam tertitrasi dibandingkan penambahan susu skim, sedangkan total khamir relatif stabil terhadap kedua perlakuan. Grain kefir asal Banyumas berpotensi menghasilkan kefir dengan tingkat keasaman terbaik. Saran selanjutnya perlu melakukan penelitian lebih lanjut dengan variabel lain seperti uji organoleptik, viskositas, kadar protein serta menambahkan susu skim lebih dari 8%. Kata kunci: kefir, susu skim, grain kefir, khamir, TAT