Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluation of the Effectiveness of the Manual Hydroseeding Method for Planting Turi (Sesbania grandiflora (L.) Pers.) Muttaqin, Zainal; Purba, T. Yuliana; Srikandi
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 16 No 1 (2026): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.16.1.52

Abstract

Sebagai alternatif reboisasi konvensional menggunakan benih tanaman, lereng yang sedikit berbukit dapat direvegetasi menggunakan metode tanpa olah tanah dan hidroseeding. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas campuran hidroseeding untuk revegetasi pada lereng 15–25% di area kampus Universitas Nusa Bangsa. Penelitian dilakukan pada skala plot menggunakan Observed Sample Plot (OSP) berukuran 2,0 m × 1,2 m, mengikuti kondisi lereng. Setiap plot (PCP) terdiri dari 60 subplot menggunakan metode Templok yang disusun dalam pola kotak-kotak, dengan 30 subplot yang diberi perlakuan campuran hidroseeding. Perlakuan tersebut meliputi kombinasi dua media tanam—serbuk gergaji sengon (Falcataria moluccana) dan serasah JUN (Jati Unggul Nusantara) cincang (masing-masing 1,1 kg)—dan tiga konsentrasi tackifier (0, 3, dan 6 g/L air). Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang mengandung serasah JUN cincang yang dikombinasikan dengan perekat 6 g/L menghasilkan tingkat perkecambahan benih Sesbania grandiflora (Turi) tertinggi. Kombinasi ini secara signifikan meningkatkan perkecambahan dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Namun, erosi percikan diamati di semua plot, yang menyebabkan hilangnya media tanam dalam jumlah besar. Oleh karena itu, penerapan penyemaian hidro dalam skala besar di lereng memerlukan pengendalian erosi tambahan, seperti penyangga bambu, jaring kelapa, atau geo-jute, untuk menjaga stabilitas tanah. Temuan ini menunjukkan bahwa bahan organik yang bersumber secara lokal dan konsentrasi perekat yang tepat dapat meningkatkan keberhasilan revegetasi tahap awal di medan miring.