Damayanti, Revi Aprilia
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

BODY SHAMING DI MEDIA SOSIAL: DARI HUMOR KE KEKERASAN VERBAL DALAM PERSPEKTIF BIMBINGAN DAN KONSELING Damayanti, Revi Aprilia
PANDALUNGAN : Jurnal Penelitian Pendidikan, Bimbingan, Konseling dan Multikultural Vol. 4 No. 1 (2026): Terbitan ke-7
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling, FKIP, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/pandalungan.v4i1.2773

Abstract

Fenomena body shaming, cyberbullying, dan penggunaan media sosial menunjukkan dampak yang signifikan terhadap kesehatan mental remaja dan mahasiswa. Penelitian-penelitian yang dianalisis memperlihatkan bahwa body shaming dan komentar negatif terkait fisik menurunkan self-esteem, memunculkan rasa malu, kecemasan, serta kecenderungan menarik diri dari lingkungan sosial. Tiga penelitian menunjukkan bahwa konseling kelompok baik menggunakan pendekatan self-instruction, client-centered, maupun konseling kelompok umum terbukti efektif meningkatkan self-esteem dan kepercayaan diri korban body shaming. Hasil uji statistik pada masing-masing penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kondisi psikologis konseli setelah mengikuti intervensi. Di sisi lain, penelitian mengenai cyberbullying menemukan bahwa media sosial dapat menjadi pemicu tekanan mental ketika tidak digunakan secara sehat. Namun, penelitian tentang konten dakwah di TikTok mengungkap bahwa penggunaan media sosial juga dapat memberikan dampak positif, khususnya dalam meningkatkan ketenangan emosional dan kekuatan spiritual mahasiswa. Secara keseluruhan, hasil analisis menunjukkan bahwa kesehatan mental remaja merupakan hasil interaksi kompleks antara pengalaman sosial langsung, dinamika digital, dan dukungan psikologis. Oleh karena itu, diperlukan edukasi literasi digital, intervensi konseling, serta lingkungan sosial yang suportif untuk membantu remaja menghadapi tekanan sosial dan digital secara adaptif.