Transformasi pengelolaan kelas dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) menjadi salah satu aspek penting dalam menjawab tantangan pendidikan di era modern. Perubahan karakteristik peserta didik yang semakin aktif, kritis, kreatif, serta akrab dengan perkembangan teknologi menuntut guru untuk menerapkan strategi pengelolaan kelas yang lebih adaptif dan inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi pengelolaan kelas dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam melalui pendekatan otoriter, demokratis, dan permisif dari perspektif peserta didik modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber, seperti buku, jurnal ilmiah, artikel akademik, serta literatur lain yang relevan dengan pengelolaan kelas dan pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Data dianalisis secara deskriptif melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan otoriter efektif dalam menciptakan disiplin dan ketertiban di kelas, tetapi kurang mampu mengakomodasi kebutuhan peserta didik modern yang menghendaki ruang untuk berpartisipasi dan mengemukakan pendapat. Pendekatan permisif memberikan keleluasaan bagi peserta didik untuk mengembangkan kreativitas dan kemandirian, namun berpotensi menurunkan kedisiplinan apabila tidak diimbangi dengan arahan serta pengawasan yang memadai. Sementara itu, pendekatan demokratis dinilai paling relevan karena mampu menciptakan suasana belajar yang partisipatif, humanis, dialogis, dan kolaboratif sehingga mendukung internalisasi nilai-nilai keislaman secara lebih optimal. Oleh karena itu, transformasi pengelolaan kelas dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam perlu dilakukan melalui penerapan berbagai pendekatan secara seimbang, disertai pemanfaatan teknologi dan strategi pembelajaran inovatif agar tercipta proses pembelajaran yang efektif, bermakna, serta sesuai dengan kebutuhan peserta didik di era modern.