Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Zat Antibakteri pada Bagian Akar, Batang, Daun, Bunga, dan Buah Tanaman Kecombrang (Etlingera etalior) terhadap Staphylococcus aureus Larasati, Ndaru Trisni; Kristianto, Sonny
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 6 (2026): Jurnal Ilmu Multidisplin (Februari - Maret 2026)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i6.1625

Abstract

Kecombrang merupakan tanaman asli Indonesia yang kaya akan senyawa bioaktif seperti flavonoid, tanin, alkaloid, saponin, dan steroid/triterpenoid. Senyawa-senyawa ini telah menunjukkan potensi sebagai agen antibakteri alami, pengawet makanan, dan bahan dalam formulasi kosmetik. Penelitian sebelumnya telah melaporkan efektivitas ekstrak E. elatior terhadap bakteri patogen termasuk Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Propionibacterium acnes, dan Salmonella typhi. Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri dan potensi pengawet ekstrak E. elatior berdasarkan bagian tanaman, konsentrasi ekstrak, target bakteri, dan aplikasinya dalam produk farmasi, kosmetik, dan makanan. Pencarian literatur yang dipandu PRISMA dilakukan menggunakan jurnal nasional dan internasional yang melaporkan aktivitas antibakteri E. elatior. Data diekstraksi mengenai bagian tanaman, metode ekstraksi, konsentrasi ekstrak, spesies bakteri yang diuji, dan zona hambat. Pelarut polar seperti etanol dan etil asetat umumnya digunakan untuk ekstraksi. Aktivitas antibakteri dinilai melalui metode difusi cakram atau cakram kertas, dengan antibiotik standar sebagai kontrol positif. Analisis menunjukkan bahwa ekstrak bunga secara konsisten menunjukkan aktivitas antibakteri terkuat, menghasilkan zona hambat hingga 22,5 mm pada konsentrasi tinggi. Ekstrak daun lebih efektif melawan S. aureus, sementara batang dan buah menunjukkan aktivitas terbatas. Efikasi antibakteri meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak, dan fraksi polar menunjukkan daya hambat yang lebih tinggi daripada fraksi non-polar. Selain aplikasi farmasi, ekstrak E. elatior menunjukkan potensi sebagai pengawet alami dalam daging ikan nila dan sebagai bahan aktif dalam formulasi kosmetik seperti sabun cuci muka dan deodoran semprot. Ekstrak Etlingera elatior menunjukkan aktivitas antibakteri yang konsisten di berbagai bagian tanaman dan konsentrasi. Senyawa bioaktif ini mendukung potensinya untuk aplikasi dalam pengobatan, pengawetan makanan, dan kosmetik, yang menyoroti perannya sebagai agen alami dan multifungsi.