Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dialektika Interpretasi VCLT 1969 dalam Doktrin Evolutionary Interpretation dan Subsequent State Practice pada ICCPR 'Asyiqin, Nurul
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 6 (2026): Jurnal Ilmu Multidisplin (Februari - Maret 2026)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i6.1661

Abstract

Penelitian ini menginvestigasi ketegangan fundamental dalam hukum perjanjian internasional antara doktrin Evolutionary Interpretation yang diterapkan oleh United Nations Human Rights Treaty Bodies dan realitas Subsequent State Practice yang dijalankan oleh rezim penganut Kedaulatan Siber. Di satu sisi, United Nations Human Rights Committee melalui Komentar Umum No. 34 memosisikan Pasal 19 International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR) sebagai living instrument yang memperluas perlindungan HAM ke ruang digital secara ekstrateritorial. Di sisi lain, muncul pola praktik negara yang persisten dipelopori negara-negara besar, serta diadopsi secara hibrida oleh negara berkembang yang merekonstruksi makna Ketertiban Umum (Ordre Public) dan Keamanan Nasional (National Security) untuk menjustifikasi internet shutdowns dan lokalisasi data. Dengan menggunakan metode yuridis-normatif dan pendekatan interpretasi Konvensi Wina 1969 (VCLT), penelitian ini menemukan bahwa akumulasi praktik negara yang restriktif berisiko menciptakan normative contestation yang dapat memodifikasi makna kewajiban traktat secara de facto melalui mekanisme Pasal 31(3)(b) VCLT.