Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan silica fume terhadap kuat tekan beton pada media curing air tawar dan air laut. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kebutuhan peningkatan kinerja beton di lingkungan agresif, khususnya yang mengandung garam. Metode penelitian menggunakan variasi kadar silica fume sebesar 0%, 3%, 7%, dan 13% dari berat semen. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 7, 14, 21, dan 28 hari menggunakan benda uji silinder, dengan tiga sampel untuk setiap variasi guna memperoleh nilai rata-rata yang representatif. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap kuat tekan beton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan beton meningkat seiring bertambahnya umur beton pada seluruh variasi campuran. Pada curing air tawar, kuat tekan beton normal umur 28 hari sebesar 28,26 MPa meningkat menjadi 36,14 MPa pada penambahan silica fume 13% (kenaikan 27,88%). Pada curing air laut, kuat tekan beton meningkat dari 25,59 MPa menjadi 32,21 MPa (kenaikan 25,87%) pada variasi yang sama. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa kadar silica fume dan umur beton berpengaruh signifikan terhadap kuat tekan beton dengan persamaan Y = 9,0406 + 0,1304X? + 0,7389X? dan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,882. Temuan ini menunjukkan bahwa penambahan silica fume efektif meningkatkan kuat tekan beton baik pada curing air tawar maupun air laut, serta memberikan kontribusi dalam pengembangan beton yang lebih tahan terhadap lingkungan agresif. Kebaruan penelitian terletak pada analisis komparatif dua media curing yang menunjukkan bahwa silica fume mampu meningkatkan kinerja beton pada kondisi lingkungan yang mengandung garam.