Konflik Nagorno-Karabakh antara Armenia dan Azerbaijan merupakan salah satu konflik teritorial paling kompleks di kawasan Kaukasus Selatan yang kembali mengalami eskalasi signifikan pada periode 2020–2023. Konflik ini dipicu oleh sengketa wilayah, perbedaan identitas etnis, serta kepentingan politik dan keamanan kedua negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika konflik Nagorno-Karabakh antara Armenia dan Azerbaijan pada periode 2020–2023 serta implikasinya terhadap keamanan regional di Kaukasus Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui analisis data sekunder berupa jurnal ilmiah, laporan organisasi internasional, dan dokumen resmi terkait. Kerangka teoretis yang digunakan adalah teori realisme dan konsep keamanan regional untuk menjelaskan kepentingan negara, distribusi kekuasaan, serta peran aktor regional dan internasional dalam konflik tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan militer Azerbaijan pada 2020 dan konsolidasi kekuasaan pada 2023 telah mengubah konfigurasi kekuatan regional, sekaligus meningkatkan ketergantungan keamanan kawasan terhadap aktor eksternal seperti Rusia dan Turki. Konflik ini tidak hanya berdampak pada stabilitas politik dan keamanan Armenia dan Azerbaijan, tetapi juga berimplikasi luas terhadap keamanan regional Kaukasus Selatan dan arsitektur keamanan Eropa secara keseluruhan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konflik Nagorno-Karabakh mencerminkan keterkaitan erat antara sengketa teritorial dan dinamika keamanan regional dalam sistem internasional kontemporer.