Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Ilmiah Multidisiplin

Peran Médecins Sans Frontières (MSF) Dalam Diplomasi Kesehatan Global Melalui Penanggulangan Krisis Kemanusiaan dan Wabah Penyakit di Republik Demokratik Kongo Periode 2020–2025 Khalizah, Sri Nur; Mbali, Chyntya Damayanti Rambu; Taneo, Vivi Marlianti; Subandi, Yeyen
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Februari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i2.1487

Abstract

Republik Demokratik Kongo (RDC) menghadapi krisis kemanusiaan multidimensi yang disebabkan oleh konflik bersenjata berkepanjangan dan wabah penyakit menular yang mematikan, seperti Ebola dan Mpox. Ketidakmampuan pemerintah dalam menyediakan infrastruktur kesehatan yang memadai menciptakan celah besar dalam tata kelola kesehatan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Médecins Sans Frontières (MSF) dalam diplomasi kesehatan global di RDC selama periode 2020–2025. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, penelitian ini mengkaji kontribusi MSF melalui kerangka teori peran NGO oleh David Lewis, yaitu sebagai implementer, catalyst, dan partner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MSF berhasil mengisi kekosongan layanan kesehatan dengan menyediakan perawatan medis langsung (implementer), memicu perhatian dunia terhadap kedaruratan kesehatan melalui advokasi (catalyst), dan berkolaborasi dengan otoritas lokal serta internasional untuk penguatan kapasitas (partner). Penemuan ini menegaskan bahwa aktor non-negara memiliki peran krusial dalam diplomasi kesehatan global, khususnya di wilayah dengan stabilitas politik yang rendah.
Upaya Peacemaking United Nations Assistance Mission In Afghanistan (UNAMA) Dalam Manajemen Konflik antara Taliban dan Aktor Domestik Afghanistan Pada Tahun 2021-2023 Mbali, Chyntya Damayanti Rambu; Khaliza, Sri Nur; Taneo, Vivi Marlianti; Subandi, Yeyen
Jurnal Ilmiah Multidisipin Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin, Februari 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jim.v4i2.1488

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya peacemaking yang dilakukan oleh United Nations Assistance Mission in Afghanistan (UNAMA) dalam manajemen konflik antara Taliban dan aktor domestik Afghanistan pada periode krusial 2021-2023. Pasca pengambilalihan kekuasaan oleh Taliban pada Agustus 2021, Afghanistan terjebak dalam krisis multidimensi yang mencakup keruntuhan ekonomi, bencana kemanusiaan, dan degradasi hak asasi manusia yang sistematis. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi pustaka, penelitian ini membedah peran UNAMA melalui kerangka teori Segitiga Kekerasan Johan Galtung. Temuan penelitian menunjukkan bahwa UNAMA mengoptimalkan mandat Good Offices melalui mediasi lokal, Proses Doha, dan pengawasan hak asasi manusia untuk meredam konflik. Meskipun UNAMA berhasil memfasilitasi distribusi bantuan kemanusiaan dan mediasi sengketa sumber daya di tingkat akar rumput, upaya mencapai "perdamaian positif" terhambat oleh kekerasan struktural berupa "apartheid gender" dan kekerasan kultural melalui interpretasi hukum yang restriktif.