Republik Demokratik Kongo (RDC) menghadapi krisis kemanusiaan multidimensi yang disebabkan oleh konflik bersenjata berkepanjangan dan wabah penyakit menular yang mematikan, seperti Ebola dan Mpox. Ketidakmampuan pemerintah dalam menyediakan infrastruktur kesehatan yang memadai menciptakan celah besar dalam tata kelola kesehatan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Médecins Sans Frontières (MSF) dalam diplomasi kesehatan global di RDC selama periode 2020–2025. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, penelitian ini mengkaji kontribusi MSF melalui kerangka teori peran NGO oleh David Lewis, yaitu sebagai implementer, catalyst, dan partner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MSF berhasil mengisi kekosongan layanan kesehatan dengan menyediakan perawatan medis langsung (implementer), memicu perhatian dunia terhadap kedaruratan kesehatan melalui advokasi (catalyst), dan berkolaborasi dengan otoritas lokal serta internasional untuk penguatan kapasitas (partner). Penemuan ini menegaskan bahwa aktor non-negara memiliki peran krusial dalam diplomasi kesehatan global, khususnya di wilayah dengan stabilitas politik yang rendah.
Copyrights © 2026