Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang masih menjadi prioritas kesehatan masyarakat karena berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. Salah satu intervensi gizi spesifik yang berperan penting dalam pencegahan stunting adalah pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberhasilan pemberian ASI eksklusif dalam mendukung intervensi gizi spesifik penurunan stunting di Puskesmas Warungasem. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan pendekatan evaluatif. Informan penelitian terdiri atas lima ibu balita sebagai informan utama, lima kader posyandu sebagai informan pendukung, serta satu petugas gizi puskesmas sebagai informan triangulasi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cakupan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Warungasem telah mencapai target pelayanan dan menunjukkan kecenderungan meningkat. Keberhasilan program didukung oleh pengetahuan ibu yang cukup baik, pelaksanaan inisiasi menyusu dini yang optimal, dukungan keluarga, serta peran aktif tenaga kesehatan dan kader posyandu dalam edukasi dan pemantauan. Namun, masih ditemukan beberapa kendala seperti persepsi ibu terhadap kecukupan ASI dan keterbatasan kehadiran ibu dalam kegiatan posyandu. Secara keseluruhan, pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Warungasem dinilai berhasil sebagai bagian dari intervensi gizi spesifik dalam upaya penurunan stunting.