Eko Raharto
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN KESEJAHTERAAN EKONOMI MELALUI USAHA BATIK TULIS; PEMBERDAYAAN  PEREMPUAN OLEH PESANTREN KANZUN NAJAH KOTA BATU Eko Raharto
JSE: Jurnal Sharia Economica Vol. 5 No. 2 (2026): April
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/g8rjr879

Abstract

Islamic boarding school-based women's empowerment through hand-drawn batik businesses is a strategic effort to improve the economic welfare of the community. The Pesantren utilizes the potential of hand-drawn batik to promote economic independence and strengthen women's roles. This study aims to analyze the model and role of women's empowerment in improving economic welfare through hand-drawn batik businesses run by the Pesantren Kanzun Najah in Batu City. The research method used descriptive qualitative research with an instrumental case study approach, using primary and secondary data sources. Informants were selected using purposive sampling, with 11 informants, consisting of Islamic boarding school leaders and members, as criteria for empowerment members. The results show that women's empowerment is implemented through a gradual and participatory empowerment model, encompassing three stages: (1) socialization and awareness-raising, (2) hand-drawn batik training, and (3) ongoing mentoring. This model enables women to acquire batik technical skills and increases self-confidence. Empowerment plays a role in improving economic welfare, while strengthening women's independence and role in family economic decision-making. However, empowerment still faces challenges such as limited skills, unstable production, and dependence on mentoring from Islamic boarding school administrators. On the other hand, there are significant opportunities for developing hand-drawn batik businesses through the product's cultural value or regional characteristics, Islamic boarding school support, and sustainable access to promotion.
Assistance with Halal Certification for MSME Products to Improve Competitiveness Izzah Dienillah; Eko Raharto
ALKHIDMAH: Jurnal Pengabdian dan Kemitraan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian dan Kemitraan Masyarakat (ALKHIDMAH)
Publisher : LP3M INSTITUT KH YAZID KARIMULLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/alkhidmah.v4i1.1867

Abstract

Sertifikasi halal produk UMKM merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan kepercayaan konsumen, menambah nilai, memperluas akses pasar, dan memperkuat daya saing produk lokal. Namun, sebagian besar UMKM masih menghadapi berbagai kendala dalam proses sertifikasi halal, termasuk keterbatasan literasi tentang produk dan peraturan halal, kurangnya pemahaman tentang Sistem Penjaminan Halal (SJH), tidak tersedianya dokumen legalitas usaha seperti Nomor Identifikasi Usaha (NPWP), dan kurangnya kemampuan untuk mengidentifikasi bahan-bahan penting dan proses produksi yang memenuhi standar halal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan dan kemandirian UMKM pangan dalam memperoleh sertifikasi halal melalui program bantuan yang meliputi konfirmasi kesediaan untuk mendaftar sertifikasi halal, fasilitasi pembuatan NPWP, pelatihan tentang prosedur produksi halal, dan bantuan sesuai dengan standar Badan Penjaminan Produk Halal (BPJPH). Metode kegiatan disusun dalam beberapa tahapan utama: (1) identifikasi dan penilaian kebutuhan UMKM pangan; (2) penyebaran informasi tentang peraturan sertifikasi halal dan konfirmasi kesediaan pendaftaran; (3) memfasilitasi legalitas usaha melalui pembuatan NIB secara online; (4) pelatihan dan bantuan teknis dalam implementasi PPH, termasuk identifikasi bahan-bahan penting, manajemen fasilitas produksi, dan dokumentasi SJH; (5) bantuan dalam pengisian dokumen di platform SiHalal. Data dianalisis secara deskriptif melalui observasi, wawancara, dan evaluasi perkembangan UMKM selama proses bantuan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman pelaku usaha tentang bahan-bahan halal, proses sertifikasi, dan implementasi standar produksi halal. Sebanyak empat UMKM yang menerima bantuan berhasil memperoleh NIB dan sertifikasi halal. Selain itu, terdapat perubahan positif dalam manajemen produksi, terutama dalam hal higiene dan ketertelusuran bahan-bahan halal. Peningkatan kapasitas ini terbukti memperkuat kepercayaan konsumen dan membuka peluang bagi UMKM untuk memasuki pasar yang lebih luas. Program pendampingan ini menekankan pentingnya intervensi berbasis pendidikan dan fasilitasi hukum dalam mendukung kesiapan UMKM untuk sertifikasi halal, sekaligus memberikan kontribusi signifikan untuk memperkuat daya saing produk pangan lokal.