Perkembangan teknologi digital pada era Revolusi Industri 4.0 telah mendorong transformasi berbagai sektor, namun di sisi lain turut meningkatkan kompleksitas ancaman keamanan siber. Serangan digital seperti malware, phishing, ransomware, dan Distributed Denial of Service (DDoS) semakin canggih dan dinamis, sehingga menuntut sistem pertahanan yang lebih adaptif dibandingkan pendekatan keamanan konvensional. Berdasarkan urgensi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk meninjau peran teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning (ML) dalam menghadapi tantangan keamanan siber di era digital. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis empat artikel ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan algoritma seperti Support Vector Machine (SVM), Random Forest (RF), Deep Neural Network (DNN), dan K-Means mampu meningkatkan akurasi serta kecepatan deteksi serangan, sekaligus mendorong pergeseran sistem keamanan dari pendekatan reaktif menuju proaktif dan prediktif. Selain itu, integrasi AI dan ML dengan teknologi pendukung seperti enkripsi modern dan blockchain terbukti memperkuat perlindungan data, khususnya pada lingkungan cloud computing dan Internet of Things (IoT). Meskipun demikian, implementasi teknologi ini masih menghadapi tantangan berupa kebutuhan dataset berkualitas tinggi, keterbatasan sumber daya komputasi, potensi serangan adversarial, serta isu etika dan privasi data. Secara keseluruhan, hasil kajian menegaskan bahwa AI dan ML memiliki peran strategis dalam membangun sistem keamanan siber yang adaptif, efisien, dan berkelanjutan, dengan catatan perlu didukung oleh kebijakan, infrastruktur, dan kesiapan sumber daya manusia yang memadai.